Awas Teror Aliran Sesat!

Ada ungkapan bahwa “perbedaan adalah rahmat”. Namun, apa jadinya jika perbedaan itu terlalu menyimpang jauh dari ajaran islam yang lurus (mainstream)? Tentu tidak lagi menjadi rahmat. Malah ujung-ujungnya menjadi bencana karena terjadi keresahan di masyarakat dan pertikaian berkepanjangan.

Akhir-akhir ini, marak beredar berbagai aliran kepercayaan yang mengatasnamakan islam di masyarakat kita. Tetapi ajaran yang disampaikan ternyata jauh dari perilaku islami. Tengok saja, ada aliran yang ingin menggabungkan tiga agama: Islam, Nasrani dan Yahudi dalam satu wadah. Alasannya bahwa ketiga agama tersebut berada dibawah millah (ajaran) yang sama yaitu millah Nabi Ibrahim AS. Karena memiliki dasar yang sama, mereka berpendapat bahwa ketiga agama tersebut lebih baik disatukan saja agar tidak terjadi permusuhan dan terciptalah perdamaian. Tentu saja pendapat semacam ini adalah salah kaprah. Meskipun ketiga agama tersebut awalnya memiliki millah yang sama, tetapi pokok ajarannya benar-benar berbeda. Takkan pernah bisa disatukan, karena ajaran tauhidnya berbeda satu sama lain. Ajaran semacam ini sempat berkembang di Indramayu. Tetapi untunglah beberapa pengikutnya akhirnya sadar dan mau kembali kepada ajaran islam yang benar.

Yang sedang hangat dibicarakan di televisi adalah adanya gerakan yang berencana untuk mendirikan negara islam di Indonesia, tetapi menurut konsep mereka. Celakanya, konsepnya sangat jauh dari perilaku islami. Sebagai contoh, mereka tidak mewajibkan pengikutnya untuk shalat dan ibadah-ibadah lainnya. Yang lebih diutamakan adalah shadaqah wajib untuk negara, rapat dan perekrutan anggota. Mereka menganggap bahwa selain dari golongannya adalah kafir sehingga perlu dibaiat kembali. Tentu hal ini sangat berbahaya. Gerakan mereka sangat tertutup.

 Ada lagi, aliran menyimpang yang menghalalkan apa yang telah nyata-nyata dilarang islam. Mereka memperbolehkan mengambil hak milik orang lain dengan alasan semua adalah milik Allah. Banyak yang terpikat untuk masuk karena diiming-imingi uang yang akan dibayarkan kepada mereka setiap bulan. Mereka seperti menjual agama hanya demi keuntungan materi.

Ada juga aliran islam yang dibumbui kekerasan (radikalisme). Mereka menegakkan ‘islam’ melalui cara kekerasan dengan alasan nahyi munkar (mencegah kemunkaran). Jadilah teror bom dimana-mana, meresahkan sebagian besar warga yang notabene juga muslim. Yang lebih parah, mereka mulai melakukan pengeboman di masjid ketika shalat jum’at, seperti yang terjadi di Cirebon beberapa waktu yang lalu. Hanya karena berbeda pemikiran dan cara pandang dalam beragama, mereka melakukan teror bom atas nama ‘jihad’. Padahal Islam dibangun atas kasih sayang dan rahmatan lil ‘alamin (rahmat untuk semesta alam). Islam tidak membenarkan adanya kekerasan dalam bentuk apapun.

Yang menyedihkan para pengikut aliran-aliran menyimpang diantaranya adalah para remaja/pemuda yang sedang dalam proses pencarian jati diri. Ketika mereka mulai mencari kebenaran, bertemulah dengan orang-orang yang salah, sehingga pemikiran mereka pun mulai diracuni oleh hal-hal yang menyimpang. Otak mereka seperti dicuci (brain washing) dan menjadi manusia baru yang bukan dirinya. Maka jangan heran, jika ada seorang anak yang tiba-tiba menghilang setelah mengikuti aliran-aliran menyimpang ini. Bahkan tak sedikit yang membenci dan melawan orang tua sendiri.  Astaghfirullah.

Fakta-fakta ini sungguh membuat kita bersedih hati, sekaligus takut dan ngeri. Sebagai orang tua, kita patut memperhatikan dengan jeli terhadap tumbuh kembang anak kita yang mulai beranjak remaja. Anak-anak sebaiknya diberikan pendidikan agama yang baik oleh orang tuanya, dikenalkan dengan para kyai di daerahnya (belajar mengaji), dikirim ke pesantren-pesantren salaf, diberikan bacaan-bacaan islami sesuai dengan ajaran yang benar. Orang tua juga perlu mengawasi dengan bijak apa yang mereka baca, melihat dengan siapa mereka bergaul, apa yang mereka lihat di televisi, sesekali memeriksa handphone mereka dll. Selain itu, perlu kerjasama yang baik antara pemerintah, kepolisian, masyarakat, ulama, sekolah dan orang tua itu sendiri.

Buku-buku bacaan seperti I’tiqad Ahlusunnah Wal Jama’ah karya KH. Sirajuddin Abbas dapat pula kita berikan kepada anak-anak kita agar mereka mengerti benar ajaran islam yang benar sesuai tuntunan Rasulullah Saw. Dengan demikian pengaruh jelek ajaran menyimpang ini dapat diminimalisir. Untuk saudara-saudara kita yang terseret aliran menyimpang semacam ini, mari kita doakan agar mereka dibukakan hati dan pikirannya, sehingga hidayah Allah mengalir ke dalam jiwa mereka. Akhirnya, semoga Allah menyelamatkan aqidah kita untuk tetap terus memegang teguh iman islam sampai akhir hayat. Amiin. Wallahu A’lam Bishshawab.

In the rama you, 12 Mei 2011

All rights reserved © 2011

by Ibnu Atoirahman

.

Iklan

One comment on “Awas Teror Aliran Sesat!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s