Mengapa Engkau Mengaku Nabi?

Makin aneh saja kelakuan orang-orang zaman sekarang. Sudah jelas-jelas disebutkan dalam Al Qur’an, bahwa Nabi Muhammad Saw adalah penutup para Nabi dan Rasul, tetapi masih ada saja orang yang mengaku-ngaku sebagai nabi baru. Tengok saja, beberapa waktu yang lalu, kita digegerkan oleh ulah seorang Ahmad Mushoddiq. Lelaki yang bernama asli Abdussalam ini mengaku menjadi nabi setelah bersemedi selama 40 hari 40 malam di sebuah kawasan di Bogor. Para pengikutnya dibaiat untuk mengikrarkan syahadat bahwa dia adalah nabi yang ditunggu di akhir zaman. Alirannya bernama Al Qiyadah Al Islamiyah. Gelombang unjuk rasa dan penolakan pun menggelora. Akhirnya, sang nabi palsu pun bertaubat dan masuk penjara.

Ada lagi, seorang wanita bernama Lia Aminudin. Seorang wanita yang mengaku pernah bertemu dengan Jibril dan mendirikan kerajaan tuhan di bumi. Dulu menjadi pemimpin sebuah komunitas bernama Salamullah. Namun belakangan, komunitas ini berganti nama menjadi Komunitas Eden.

Ajarannya sangat menyimpang dari Islam. Karena dianggap sesat, pemimpinnya pun ditangkap. Sang nabi palsu yang mengaku bertemu Jibril ini pun pasrah digelandang masuk penjara. Kekuatannya telah sirna direnggut nestapa.

Itu hanya sebagian kecil dari kisah nabi-nabi palsu yang beredar di Indonesia. Rasulullah Saw pernah meramalkan dalam sebuah hadist, “Sesungguhnya akan ada tiga puluh orang pendusta di tengah umatku. Mereka  semua mengaku nabi. Padahal, aku adalah penutup para nabi, tidak ada nabi sesudahku.” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad, Al-Baihaqi, Ibnu Wadhdhah, Al-Hakim, Ibnu Hibban dan Ath-Thabarani)

‘Ramalan’ Rasulullah ternyata benar adanya. Dalam sejarah banyak dikenal orang-orang yang mengaku nabi. Tak sedikit yang bernasib tragis, dibunuh atau tewas dalam sebuah peperangan. Namun ada pula yang bertaubat kembali pada ajaran Islam yang benar. Berikut diantara nama-nama orang yang mengaku nabi:

  1. MUSAILAMAH AL KADZDZAB. Muncul di zaman Rasulullah dan berlokasi di Yamamah. Nasibnya tewas di tangan Khalid bin Walid pada saat diperangi di zaman khalifah Abu Bakar.
  2. ASWAD AL-INSI.  Nama aslinya adalah Ailat bin Kaab bin Auff Al-Insi keturunan bangsa hitam Habasyah yang tinggal di Jazirah Arabia. Karena kulitnya hitam, ia dipanggil Aswad (artinya si hitam pekat). Dia mengaku menjadi nabi ketika Rasulullah jatuh sakit. Segera saja banyak orang yang percaya dan menjadi pengikutnya. Namun nabi palsu ini pun berakhir tragis. Ia dibunuh pada tahun 11 H/632M yaitu di saat-saat menjelang wafatnya Rasulullah Saw.
  3. HARITH BIN SAAD. Dia mendakwa menjadi nabi di masa Khalifah Abdul Malik bin Marwan dari Daulah Bani Umayyah. Banyak orang yang terpengaruh dan menjadi pengikutnya. Tetapi akhirnya dia dibunuh bersama para pengikutnya.
  4. ISA AL-ASFAHAN. Dia mengaku dirinya adalah nabi di masa Khalifah Al-Mansur dari Daulah Bani Abbasiah. Nasibnya pun berakhir tragis, dia dihukum bunuh.
  5. FARIS BIN YAHYA. Dia mendakwa dirinya menjadi nabi di masa pemerintahan Khalifah Al-Muktaz di Mesir. Faris mendakwa dirinya sebagai Nabi Isa yang turun ke bumi dan mengaku dapat menyembuhkan penyakit sopak, orang buta, penyakit kusta dan menghidupkan orang mati.
  6. ISHAK AL-AKHRAS. Dia mengaku sebagai nabi di daerah Isfahan (Iran). Dia pandai membaca kitab Taurat, Injil dan pandai mentafsirkan Al-Quran sesuka hatinya. Di antara ajarannya ialah barangsiapa yang beriman kepada Allah, beriman kepada Nabi Muhammad dan beriman kepadanya, dialah orang-orang yang mendapat kemenangan. Karena kepandaiannya bertutur kata, banyak orang-orang yang terpengaruh dan menjadi pengikutnya. Ishak pun akhirnya tewas dihukum bunuh.
  7. Ada juga orang yang mengaku nabi, namun kemudian bertaubat, diantaranya TULAIHAH AL ASADI, muncul di jaman Rasulullah Saw, dari kabilah Bani Asad. Di akhir hayatnya dia bertaubat. Lalu, ada seorang wanita yang mengaku nabi bernama SAJJAH BINTI AL HARITS, muncul sesaat setelah Rasulullah Saw wafat. Dia berasal dari suku Tamim di Irak. Di akhir hayatnya bertaubat dan menjadi muslimah.
  8. Dan masih banyak lagi.

Aqidah Ahlusunnah Wal Jama’ah menjelaskan bahwa Nabi Muhammad Saw adalah Nabi dan Rasul terakhir. Beliau menjadi Khatamun Nabiyyin wal Mursalin (Penutup para Nabi dan Rasul). Jadi jika ada seseorang yang mendakwakan dirinya nabi baru, meskipun memiliki keahlian menyembuhkan orang sakit, jago berbahasa arab, pandai bertutur kata, maka ia tetap saja seorang pembohong besar yang sesat dan menyesatkan. Sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah surat Al Ahzab: 40. Wallahu A’lam  Bishshawab.

Indramayu, 27 Mei 2011

[i@R/dari berbagai sumber]

One comment on “Mengapa Engkau Mengaku Nabi?

  1. menjadi ingatan kita di dalam kesadaran kita bahwa allah telah membuat ketetapan jauh sebelum bumi dan semua isinya diciptakan. dan ketetapan yang telah allah buat itu tidak akan berubah. dalam quran allah menyebutkan bahwa setiap umah mempunyai batas waktu (ajal). qs:17:34. jika nabi muhammad adalah nabi terakhir dan tidak ada nabi/rasul lain sesudahnya berarti allah telah melanggar ketetapan yang telah dibuatnya sendiri, dan hal ini sangat tidak mungkin. karena itu perlu kajian yang arif dan mendalam dalam memaknai “khotamannabiyin” shodaqallahul’adzim

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s