Gara-gara Berbakti pada Ibu

Anda tahu kisah Nabi Sulaiman? Tentu saja. Nabi Sulaiman AS dianugerahi Allah dengan berbagai macam kenikmatan sebagai ujian berupa kekayaan yang berlimpah, wilayah kekuasaan yang luas serta balatentara (dari bangsa jin dan manusia) yang banyak. Tak hanya itu, beliau dianugerahi pula kemampuan memahami bahasa binatang seperti yang pernah diceritakan dalam Al Qur’an ketika ia berbincang dengan burung hud-hud dan semut.

Namun kali ini, cerita tentang Nabi Sulaiman sungguh berbeda. Kisahnya sendiri aku temukan dalam kitab Majma Latif yang dikutip dalam Durratun Nashihin. Pada suatu hari, Nabi Sulaiman AS pergi menjelajah kawasan antara langit dan bumi. Lalu sampailah ia di samudera yang paling dalam. Ombak besar terlihat olehnya. Dengan izin Allah, Nabi Sulaiman pun memerintahkan angin untuk berhenti berhembus. Kini, giliran  jin ifrit ditugaskan untuk menyelam sampai dasar lautan. Ketika sampai di dasar samudera, tampaklah olehnya sebuah kubah mutiara putih yang tertutup rapat, tidak berlubang sedikitpun. Karena tertarik, maka dibawalah kubah itu ke hadapan Nabi Sulaiman.

Nabi Sulaiman begitu kagum dengan kubah mutiara tersebut dan penasaran apakah isinya? Lalu ia pun berdoa. Dengan izin Allah, kubah mutiara itu akhirnya terbuka. Yang lebih menakjubkan, di dalamnya tampak seorang pemuda yang sedang bersujud.

“Siapakah dirimu? Manusia ataukah apa?” kata Nabi Sulaiman setengah terkejut.

“Aku manusia!” jawab sang pemuda.

“Mengapa bisa berada di tempat ini? Amal apakah yang membuatmu mendapat kemuliaan seperti ini?

“Segala puji bagi Allah. Ini semua berkat baktiku kepada orang tua” kata pemuda itu.

“Benarkah? Ceritakanlah kepadaku!” Nabi Sulaiman merasa tertarik.

“Aku memiliki seorang ibu yang telah berusia lanjut. Ketika merasa lelah, aku pun menggendongnya kemana pun dia mau. Saat itulah ia berdoa: ‘Ya Allah, berikanlah sifat qona’ah kepada anakku, dan berikan ia tempat untuknya bukan di bumi, bukan pula di langit, setelah aku meninggal nanti’. Demikianlah, setiap hari aku berbakti pada ibuku sampai beliau wafat.”

“Lalu kenapa engkau bisa berada di tempat seperti ini?” tanya Nabi Sulaiman.

“Suatu hari, aku berjalan-jalan di tepi pantai. Tanpa sengaja, aku menemukan sebuah kubah mutiara. Aku terkejut karena kubah ini memiliki pintu. Karena penasaran, aku pun masuk ke dalamnya. Kubah pun menutup dan aku merasa, kubah ini bergerak dengan izin Allah. Aku sendiri tak tahu pasti, dimanakah sebenarnya aku berada, di bumi ataukah di langit.”

“Bagaimana engkau bisa hidup di tempat seperti ini?”

“Maha suci Allah yang telah memberikanku rezeki. Saat perutku lapar, Allah ciptakan sebuah pohon yang berbuah. Dari pohon itulah aku bisa makan buah-buahan. Ketika haus, keluarlah dari pohon tersebut air putih melebihi susu, manis melebihi madu dan dingin melebihi salju.”

Subhanallah. Bagaimana engkau tahu siang atau malam?”

“Ketika fajar subuh, berubahlah kubah mutiara ini menjadi putih warnanya. Aku tahu, bahwa hari telah menjelang siang. Dan ketika matahari tenggelam, kubah pun berubah menjadi gelap. Dari situ aku tahu bahwa malam telah datang. Aku pun menghabiskan waktuku untuk beribadah di tempat ini”

Setelah puas bercakap-cakap, Nabi Sulaiman pun kembali memanjatkan doa. Maka tertutuplah pintu kubah itu dan pemuda itu tetap berada di dalamnya. Nabi Sulaiman pun menyuruh jin ifrit mengembalikannya ke tempat semula.

Subhanallah. Membaca kisah ini aku digelayuti berbagai macam rasa. Entahlah, kisah ini fiksi atau realita hanya Allah saja yang tahu. Namun yang jelas, dari kisah ini kita tahu satu hal bahwa Allah akan memberikan pahala yang besar untuk kita yang berbakti pada kedua orang tua (birrul walidain). Smoga Allah mengampuni dosa-dosa kita dan dosa kedua orang tua kita, serta menyayangi mereka seperti mereka menyayangi kita sewaktu kita masih kecil. Amiin…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s