Kisah Ikan Rampasan

Pada suatu hari aku membaca kitab Durratun Nashihin. Terdamparlah diriku pada sebuah kisah menarik tentang seorang pengail (pencari ikan dengan cara memancing). Pada suatu waktu ia pergi memancing dan mendapatkan seekor ikan. Namun malangnya, ikan hasil pancingannya tersebut dirampas oleh seorang pemuda perkasa. Tidak hanya dirampas ikannya, pengail tersebut juga dihajar sampai tubuhnya memar dan luka.

Ketika ia tengah merasakan sakitnya, ia berdoa kepada Allah : “Ya Tuhan, mengapa Engkau jadikan aku seorang yang lemah, sedangkan dia kuat perkasa sehingga dapat menganiaya diriku. Kirimkanlah makhluk-Mu yang lain yang dapat mengalahkannya agar ia mendapat pelajaran atas peristiwa ini”.

Alkisah, pemuda perkasa itu pulang dan memasak ikan hasil rampasannya. Ia tersenyum senang karena akan menyantap ikan lezat yang ia dapatkan hari itu. Setelah memasaknya, ia letakkan ikan itu di atas meja dan mulai menyantapnya dengan hati senang.

Ketika sedang asik-asiknya menikmati ikan hasil rampasan itu, tanpa sengaja tangannya tertusuk oleh duri-duri ikan yang tajam. Ia meraung kesakitan. Berhari-hari ia merasa kesakitan yang bertubi-tubi. Berbagai cara ia sudah lakukan, tetapi luka akibat tusukan duri ikan itu kian lama kian bertambah parah.

Tidak hanya itu, lukanya pun dikerubungi oleh ulat-ulat belatung yang banyak jumlahnya. Lelaki perkasa itu mengerang kesakitan. Ia telah dikalahkan oleh serangan ulat-ulat belatung kecil yang menggigiti tubuhnya. Karena sudah tidak tahan, ia pun memotong tangannya sendiri agar ulat tidak menyebar. Tetapi, lukanya sudah parah. Sakitnya pun kini menyebar ke seluruh tubuh. Ia benar-benar menangis kesakitan dan merasa lelah. Karena kelelahan, ia pun tertidur.

Dalam tidur, lelaki itu bermimpi bertemu dengan seseorang yang berkata kepadanya, “Jika kau ingin sembuh dari penyakitmu, kembalikan hak yang telah kau rampas dari pemiliknya.”

Ketika lelaki itu terbangun, ia pun sadar bahwa telah berbuat dzalim kepada seorang pengail yang telah ia rampas ikannya. Maka, langsung saja ia bergegas mencari pengail ikan. Setelah susah payah, bertemulah ia dengan lelaki pengail itu dan memohon maaf atas kesalahan yang pernah ia lakukan. Selain itu, ia juga memberikan uang sebanyak 10.000 dirham sebagai tebusan atas kesalahannya kepada pengail ikan itu. Setelah diberikan maaf, dengan kekuasaan Allah, sembuhlah penyakitnya. Ia telah menyadari bahwa merampas hak orang lain adalah sebuah kejahatan yang akan mendapat balasan. Terbukti, bahwa doa orang yang teraniaya adalah doa yang langsung dikabulkan oleh Allah Swt. Semoga kita bisa belajar dari kisah ini. Wallahu A’lam Bishshawab.

One comment on “Kisah Ikan Rampasan

  1. Subhanallah..keren ceritanya…semoga makana kisah itu terilhami dlm setiap tindakan kita sehari2…

    >>>pH: amin3x. terima kasih, mbak telah mampir🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s