Ketika Blogger Bercerita

Ketika seorang sahabat facebook menggelar lomba menulis kisah sejati di blog, tiba-tiba saja aku tertarik untuk mengikutinya. Apalagi syaratnya gampang. Hanya punya blog, lalu tulis kisah nyata. Setelah itu, tinggal konfirmasi kepesertaan pada blog panitia. Penyelenggaranya adalah Mbak Anazkia (seorang buruh migran Indonesia di Malaysia) dengan dibantu oleh Bang Akhi Dirman Al-Aminm (seorang guru dan penulis keren dari Bima). Segampang itu? Tentu saja. Maka aku teringat pada sebuah kisah yang pernah kualami. Sebuah kisah menakjubkan yang takkan pernah bisa kulupa. Bermula dari sebuah telepon dari seseorang tak dikenal. Mereka dengan sangat meyakinkan menjelaskan bahwa adikku kecelakaan. Dengan ‘bukti-bukti’ yang cukup meyakinkan (mereka terlibat dalam jaringan) mereka pun bekerja mempengaruhi sel syaraf otak kami untuk begitu saja percaya, saking paniknya. Sejumlah uang pun ditransfer untuk membeli alat operasi adikku yang kondisinya antara hidup dan mati. Aku gambarkan, betapa gelisahnya kami waktu itu. Beribu doa bertarung di langit “melawan” takdir. Dan di akhir cerita, kami memang harus bernafas lega. Kenapa? Karena semua itu hanya penipuan yang dilakukan oleh kawanan perampok dengan modus operandi menggempur psikis korbannya. Aku memberi judul kisah itu “Hanya Kisah 4 Jam”. Penasaran?

Meski tidak menang, Alhamdulillah kisah itu akhirnya lolos 25 peserta dalam lomba menulis tersebut. Pemenang satunya adalah kisah berjudul “Sertifikasi oh Sertifikasi” karya Mbak Naqiyyah Syam. Kisah yang mengharu biru tentang bagaimana perjuangan seorang guru untuk bisa lolos dalam sertifikasi. Sangat menyentuh. Lebih senang lagi, konon katanya ke dua puluh lima kisah tersebut akan dibukukan. Semangatku membara. Buncahku membahana. Ini bakalan jadi buku baruku setelah lama vakum dalam dunia kepenulisan.

Karena proses panjang dan pengeditan pribadi (ini kata Mbak Anazkia), akhirnya buku itu terbit juga tahun 2011. Terbit lewat jalur indie (IndiePro Publishing) dan bisa menjadi kenang-kenangan tak terlupakan. Meski lama menunggu, aku tak peduli. Senang rasanya bisa menimang buku baru berjudul “Blogger Berbagi Kisah Sejati” karya Anazkia dkk ini. Terlebih ada tulisanku di dalamnya. Woow, kereeen. (*rada narsis nih, hehe). Akhirnya aku bisa sebuku dengan penulis-penulis hebat di dalamnya. Ada Mbak Anazkia (Karena Aku Mencintainya), Bang Akhi Dirman Al Amin (Karena Engkau Begitu Berharga), Mbak Naqiyyah Syam (Sertifikasi oh Sertifikasi), Mbak Ifa Afianty (Percik Kenangan, Dua Tahun Lalu) dan masih banyak lagi. Seperti kata Mas Dani Ardiansyah (penulis), “Ketika seorang blogger bercerita, bukan hanya sekadar kata tanpa makna, tapi lebih dari itu, kisahnya mengalir dari hati sepenuh jiwa. Buku ini merangkum semuanya. Inspiratif. “ Aku setuju. 🙂

In the rama you (pondokhati), 17 November 2011

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s