Mencari Nay! : Dari Maya Mengejar Nyata

Dunia maya itu penuh misteri. Kita tak pernah tahu apa yang sebenarnya terjadi. Namun kadang, misteri itu mengundang rasa penasaran bagi sebagian orang untuk ditantang. Anda sependapat? Terserah saja. Yang jelas, kali ini aku hanya ingin bahas satu buku menarik yang (lagi-lagi) disumbangkan Mbak Shabrina WS untuk Taman Bacaan Pondok Hati (Indramayu). *makasiiih ya, Mbak. Buku fiksi berjenis novel metro-pop yang katanya sih asik dan seru. Bahasanya ringan, mirip snack yang renyah, gurih dan lezat. “Seperti makan keripik kentang.” Itu kata Shabrina WS. “Seperti makan es krim di musim panas, lumer di lidah, manis di hati, dan bikin cekikikan sembilan centi.” Kalo ini kata Jaladara. Hihi.  Kayak apa sih ceritanya? Jadi penasaran niih…

Buku itu berjudul “Mencari Nay!” karya Mbak Qonita Musa. Benar saja, setelah dibaca dengan seksama dan diselesaikan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya (hehe, emang teks proklamasi ya?), akhirnya bisa kubuktikan kalo ucapan mbak-mbak itu bener juga. Aku serasa menikmati cemilan baru. Buka bungkusnya, dan mulai menikmatinya tanpa jeda. *crauk.crauk. Lengkap bonus celetukan-celetukan lucu dan segar, persis es lemon. *sluruup, minum dulu, ah. Ia hadir mengisi waktuku disela bacaan-bacaan berat dan melelahkan. *hihi, ya iyaa lah. Yang dibaca buku kuliah sih. Kalkulus pula. Wuaah. Meskipun ringan, ternyata bisa bikin kenyang pemburu fiksi islami seperti aku. *haiiyaah. Sekali lagi, seperti meminum es lemon di siang terik sambil ditemani cemilan asik.

Ceritanya sendiri bermula dari rasa penasaran Yudist pada seorang gadis berjilbab yang “dikenalnya” lewat dunia maya. Kenal banget sih enggak, Cuma sering baca tulisan-tulisan di blognya. Gadis itu bernama Nay. *heyy, bukan Naysila Mirdad loh. Ihik.ihik. Yudist sendiri tipe lelaki ‘sempurna’. Gagah, mempesona. Rambutnya yang cepak hitam semakin membuat tubuhnya tegap dan atletis. Kulitnya putih bersih. Sikapnya kalem, tetapi rada-rada cool (gak terlalu ramah, juga gak terlalu sinis). Dengan mendapat bantuan dari sepupunya, Joan, Yudist bela-belain datang dari Tunis untuk ‘menyelidiki’ bagaimana sih kehidupan sehari-sehari si Nay, sosok yang menarik hatinya di dunia maya. Syukur-syukur bisa cocok dijadikan istri. Hehe.. Maka mulailah sandiwara itu dari adegan pertama. Yudist ‘pura-pura’ menjadi penulis gaya hidup dan meminta bantuan Nay mengoreksi tulisannya sebagai editor. Mengalirlah diskusi-diskusi seru tentang makna hidup, tentang Islam, dll antara mereka berdua. Yudist jadi semakin kagum tuh, meskipun Nay tak pernah tahu.

Tiba-tiba saja muncul konflik baru. Ini tentang masa lalu Yudist dengan seseorang bernama Vina. Mantan pacarnya yang hidup dalam tidakkenyamanan meskipun berlimpah materi. Persis dirinya. Akhirnya, takdir mempertemukan mereka berdua kembali di sini. Seketika itu, gamang hati Yudist. Pantaskah ia mendapat Nay yang terlalu sempurna. Apalagi ketika Nay tahu kalo Yudist selama ini hanya bersandiwara. Hati Nay serasa hancur. Sementara itu, ada Vina yang sepertinya lebih membutuhkan kehadiran Yudist agar lebih kuat menjalani sisa hidupnya yang parah. Lalu siapakah yang akhirnya menikah dengan Yudist? Apakah Nay justru akan menikah dengan Joan, sepupunya?. Aih, aih. Silakan baca sendiri saja ya. Ada kejutan tak terduga di akhir cerita. *sengaja dibikin penasaran gini. Hehe..^^v

In the rama you (pondokhati), 21 Desember 2011

Iklan

One comment on “Mencari Nay! : Dari Maya Mengejar Nyata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s