Iseng: Utak Atik 1.7.an

Suatu hari, iseng-iseng saya mengutak atik angka “keramat” 17.  Dari dulu saya tahu kalo 17 memang angka yang keren. Banyak hal dan peristiwa yang berkaitan dengan angka ini. Maka saya pun semakin terpesona dengan keajaiban angka keramat ini.

Untuk 1.7.an. (baca: satu tujuan) itulah, keisengan saya pun berlanjut dengan menuliskan hasil penelitian “ngawur” saya dalam sebuah tulisan sederhana ini. Sebuah penelitian yang sangat tidak ilmiah dan mengandung tingkat kenisbian yang parah, untuk menguji suatu teori kebetulan. Hehe.

Yuk, kita mulai utak atik angka 17-08-1945.

17 itu angka istimewa : 17 Ramadhan, 17 rakaat, 17 tahun usia kedewasaan, 17 jumlah sendi besar tubuh manusia, 17 anggota tubuh plus ruh manusia, 17 jam waktu terjaga manusia (tidak tidur).

17-08-1945 terjadi pada hari Jum’at, bertepatan dengan tanggal 9 Ramadhan 1364 H.

Hari 17. 1 + 7 = 8. Itulah mengapa kemerdekaan RI terjadi pada bulan Agustus, bulan kedelapan kalender masehi.

Bulan 08. Angka 8 itu unik, salah satu dari dua angka yang dibuat bersinambungan, tak terputus, setelah angka nol. Hal ini mengandung nilai filosofis bahwa tekad yang bulat dan perjuangan berkelanjutan bangsa Indonesia untuk menuju kemerdekaan. Ada yang bilang, angka 8 adalah angka keberuntungan.

Tahun 1945. 1 + 9 + 4 + 5 = 19. Angka 19 juga angka menakjubkan. Sudah banyak yang membahasnya terutama dalam kaitannya dengan Al Qur’an. Jumlah huruf kalimat basmalah adalah 19. Dengan mengucapkan basmalah (atas berkat rahmat Allah), perjuangan menuju kemerdekaan RI pun akhirnya tercapai dengan dibacakannya proklamasi kemerdekaan.

Angka 19. 1 + 9 = 10. Detik-detik pembacaan proklamasi kemerdekaan RI dilakukan pukul 10 bukan?

Angka 10. 1 + 0 = 1. Itulah mengapa negeri ini diberi nama ind-ONE-sia. Sebuah harapan sederhana, suatu saat nanti Indonesia akan menjadi negara besar dengan peradaban di titik puncak. Aamiin.

Angka 17081945. 1 + 7 + 0 + 8 + 1 + 9 + 4 + 5 = 35.

Angka 35. 3 + 5 = 8. Lagi-lagi, ketemu dengan angka 8, angka keberuntungan. Ya, negeri ini diberikan banyak keberuntungan oleh Tuhan berupa sumber daya alam yang melimpah, budaya yang beraneka ragam terbentang dari Sabang sampai Merauke, sumber daya manusia yang besar, negeri kepulauan yang eksotis dengan keindahan alam yang sungguh luar biasa.

Negeri kita ibarat gambaran “surga” yang ada di dunia. Juga memiliki potensi yang besar untuk menjadi negeri yang maju. Namun, entah mengapa kita seperti terpenjara oleh kemerdekaan diri sendiri? Hingga terbersit tanya, “Nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?”

Namun, saya percaya, angka-angka di atas bukan sekedar kebetulan belaka, tetapi telah digariskan Tuhan demikian. Ya, minimal sekedar pemberi semangat bahwa saya (masih harus) bangga dan bersyukur menjadi orang Indonesia. Semoga harapan itu masih ada.

Maka di penghujung Ramadhan mulia ini, tepat di hari bersejarah 67 tahun negeri ini merdeka dari penjajahan, mari sama-sama kita aamiinkan doa ini: “Ya Allah, jadikanlah IND-ONE-SIA sebagai Baldatun Toyyibatun Wa Robbun Ghofuur (negeri yang baik dan mendapat ampunan Tuhan). Untuk para pahlawan yang telah mengabdikan dirinya di jalan kebaikan, kita doakan semoga mereka diberikan tempat yang terbaik di sisi Tuhan dengan segala kenikmatan. Aamin.”

in the rama you, Jum’at, 17 Agustus 2012 / 28 Ramadhan 1433 H.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s