Mata Badaimu

Meski pikiranmu badai, tapi matamu harus tetap sepoi. Hatimu serupa samudera. Saat suhunya meningkat, hati terasa panas. Dan massa udaramu mengalir dari ranah dingin bertekanan tinggi menuju ranah hangat tekanan rendah. Dari kedinginan menuju kehangatan.

Namun jika perbedaan tekanan terlalu besar, apalagi jika gaya geser vertikalmu rendah, maka akan tercipta badai dalam pikiranmu. Mungkin akan memporakporandakan tubuhmu karena efek psikosomatis.

Tapi jangan biarkan matamu larut menjadi badai. Matamu harus tetap sepoi. Mata yang meneduhkan. Karena hukum alam memang demikian.

Rahmi Ilahi menepi pasti. Mengantar kita pada hati yang fitri. Dengan segala kerendahan hati, memohon maaf lahir bathin atas segala badai yang mungkin meluka.
–Al Faqir Ibnu Yusuf Atoirahman Al Andaromy

in the rama you, 20 Agustus 2012 / 2 Syawwal 1433 H.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s