[Fiksimini] Dua Dia yang Berbeda

Dia lagi-lagi tumbuh di kepalaku. Tanpa permisi, ia singgah di mimpiku. Seseorang yang pernah membuatku merasa hancur dalam hidup. Mengintaiku dengan tanya yang sama seperti dulu. Dalam pikirku, tatapannya penuh selidik, dicampuri sedikit pelecehan dan sikap merendahkan. Sayangnya dia terlalu kuat untuk bisa kukalahkan. Dan tubuhku pun menjelma gigil, ditaburi ketakutan. Tanpa diduga, tiba-tiba ia datang.

“Maafkan aku” katanya sambil mengulurkan tangan.

Ia meminta maaf padaku? Meminta maaf pada seseorang yang pernah ia hancurkan impian-impian indahnya, dulu. Lalu, menurutmu apa yang harus kulakukan?

Dia lagi-lagi tumbuh di pikiranku. Tanpa permisi, ia singgah di mimpiku. Seseorang yang dulu pernah membuat hatiku berwarna merah jambu. Seseorang yang pernah membuatku tetap menunggu dengan setia. Tapi takdir berkata lain. Ia telah menggenapkan separuh jiwanya dan akhirnya membuahkan permata hati. Aku memang patah. Tapi akhirnya aku sadar, aku harus berdamai dengan keadaan. Aku pun telah melupakannya karena telah ada seseorang lain yang kini mengisi hidupku. Sampai akhirnya, sekali lagi takdir berkata lain. Pernikahannya tak bahagia dan berujung pada perpisahan. Tiba-tiba bersama dengan buah hatinya yang mungil itu, ia datang kembali padaku.

“A-apa k-kabarmu?” katanya dengan bibir tergetar.

Terdengar tanpa paksaan. Tapi aku tahu, dari sorot matanya, ia membutuhkanku. Lalu menurutmu, apa yang harus kulakukan?

Kau tahu, aku tahu mereka hanya masa lalu yang telah lama kulupakan. Zaman telah berbeda. Keadaan pun tak lagi sama. Kini, aku hidup dalam pikiran yang bahagia bersama istri dan anak-anakku yang lucu-lucu. Tetapi mengapa mimpi-mimpi itu, bayang-bayang itu masih saja mengusik alam bawah sadarku?

Mungkinkah selama ini aku belum genap? Ataukah Tuhan ingin membiarkan diriku tetap ganjil? Bukankah Tuhan pun menyukai sesuatu yang ganjil? Tanya-tanya itu masih mengantung di langit-langit kamarku, entah sampai kapan.

“Ayaaaaah.. banuuun. Banun, Ayaah. Udhu. Udhu. Kata Bunda, ayo cholaat cubuuuh baleng-baleng ” lamunanku buyar.

In the rama you (pondokhati), 091112

*fiksi mini ini menerima keripik bumbu balado😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s