“Dear Love, Kamukah Jodohku?”

dear-loveApa yang harus ia katakan kepada pagi yang gelisah selepas subuh. Batin Ustadz Ahmad bergemuruh. Tiba-tiba saja Allah mengirimkan badai untuk menguji hatinya. Tiga hari yang lalu, ia menghadap Abah Yai untuk meminta izin pulang setelah menjalani pendidikan dan pengabdian di pesantren ini. Ia ingat betul, ketika sang ibu menitipkannya di pesantren ini pertama kali nyaris tanpa bekal apapun. Beruntung Abah Yai menerimanya, menjadikannya abdi dalem sampai pendidikan selesai, lalu menunjuknya sebagai ustadz pondok untuk pengabdian. Itu sudah satu dasa warsa. Kini, ia rindu pulang, rindu ibu, rindu pada seseorang yang telah menunggunya di kampung halaman.

“Kowe, ndak usah balik yo, Le!” kata Abah Yai pendek. Ustadz Ahmad tahu, mengabdikan dirinya di jalan Tuhan adalah sebuah tugas mulia. Maka ia hanya tertunduk dalam diam.

Abah Yai melanjutkan, “Ahmad, aku membutuhkanmu. Aku akan menjodohkanmu dengan putri tunggalku untuk melanjutkan perjuangan pesantren ini. Aku sudah semakin sepuh, Le”.

Kalimat Abah Yai seperti guntur yang tiba-tiba menggelegar di telinganya. Ia terkejut. Dan kau tahu, Aisyah, putri tunggal Abah Yai itu istimewa, karena ia seorang penderita autis. Sebagai manusia biasa, ia seharusnya berhak memilih. Terlebih lagi, ada seorang gadis yang telah setia menunggunya di kampung halaman. Fatimah, sahabat masa kecilnya yang santun dengan lesung pipit yang indah. Ia pernah berjanji pada gadis itu, bahwa ketika selesai masa pengabdian di pesantren, ia akan pulang dan melamarnya. Ia ingin hidup bahagia bersama wanita yang dicintainya. Tapi pantaskah seorang santri hina sepertinya menolak permintaan Abah Yai yang telah memungutnya dari lumpur nestapa?

 

***

Itulah sekelumit sinopsis flashfiction-ku berjudul “Jodoh Ustadz Ahmad” yang berhasil lolos dalam audisi menulis dan akhirnya dibukukan dalam Dear Love terbitan Hasfa Publishing. Flashfiction sendiri adalah nama lain dari kisah cerpen yang sangat pendek. Biasanya dibatasi tidak lebih dari 500 kata saja. Bagiku, ini adalah pengalaman pertamaku menulis flashfiction.

Ternyata, “Jodoh Ustadz Ahmad” tidak sendiri. Masih ada flashfiction lain yang mewarnai cerita-cerita seru dalam antologi ini. Ada “Kesha” karya Dila Saktika Negara yang menjadi pemenang pertama lomba audisi menulis buku ini. Lalu, ada “Hikayat Takdir” (Yudith Fabiola), “Kala Senja Kuberkisah” (Mieny Angel), “Putri dengan 7 Kurcaci” (Tri Lego Inda), “Ikhlas” (Riawani Elyta), “Jelita” (Binta Al-Mamba), “Signal Handphone” (Dian Onasis), “Saputangan” (Mamah Ghulam itu Linda), “Tuk!” (Faricha Hasan) dan masih banyak lagi. Semuanya bertema perjodohan ditambah beberapa kisah tentang long distance love hingga 111 tulisan tentang cinta.

Beragam warna dan bentuk cinta pun ditampilkan. Cinta itu hitam bukan pink. Cinta itu bulat bukan hati. Dan sejatinya, hidup itu cinta. Cinta yang menghidupkan hidup manusia. Buku ini menampilkan cerita-cerita tentang bagaimana menghubungi cinta, menghubungkan cinta dan menemukan hubungan cinta. Sesuai namanya, ada kilas-kilas kejutan (flash) tak terduga dari kisah-kisah fiksi (fiction) dalam buku ini.

Jadi, katakan “Dear Love, Kamukah Jodohku?” lalu temukan jawabannya di buku ini. 🙂

in the rama you (pondokhati), 24 November 2012

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s