Kehitamanku

islamAku pernah hitam. Dalam kelam, aku tertipu diriku yang semu. Baluran keinginan menggema, menarikku, lalu menyeret jiwaku yang rapuh menuju lubang keresahan tak berkepastian. Sesal pun datang di bayang belakang. Terus berulang. Memaksaku menjadi sehitam arang, sehitam kelam.

Lalu, terbit inginku untuk melawanmu, menaklukkan diri sendiri. “Aku harus bisa!” kataku dengan tekad baja. Lagi, bagai hukum III Newton, setiap aksiku sebesar reaksimu. Aku kalah!

Ribuan ampun kumohon pada-Nya atas segala dosa yang memasir, sebanyak itupula aku kembali lupa dan mengulang kesalahan yang sama. Menghitamkan diriku. Menodakan putihku.

Duhai Rabbi, hanya kepada-Mu kuserahkan diriku. Malu kusebut namaku kepada-Mu. Begitu banyak hitam dalam diriku, dan Engkau masih saja memberi rahmat-Mu tanpa henti. Betapa luas karunia-Mu untuk hamba yang hina ini.

Dalam diam, aku merenung. Tangisku pecah, “Berapa banyak nikmat Tuhan-Mu yang kau dustakan?”

“Berapa banyak nikmat Tuhan-Mu yang kau dustakan?”

“Berapa banyak nikmat Tuhan-Mu yang kau dustakan?”

T-u-h-a-n, ampuni aku…

in the rama you,
031106/291012/150213

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s