Membaca Bisikan dari Langit

bisikan dari langitHampir saja penduduk bumi gempar. Saya pertama kali mendengar berita ini dari internet, lalu berita ini pun menyebar di berbagai media, tak terkecuali di televisi. Sebuah asteroid yang diberi nama 2012 DA14 akan melintasi pada jarak terdekat dengan bumi pada tanggal 16 Februari 2013. Wow!

Baiklah. Berdasarkan infomasi yang saya dapat dari internet, ternyata peristiwa semacam ini memang sering terjadi. Apalagi yang berkecimpung dalam dunia astronomi, pasti sudah tidak aneh menyaksikan peristiwa semacam ini. Asteroid, meteor, planet dan benda-benda langit lainnya seringkali berseliweran di sekitar (bumi) kita. Jika beruntung, -karena posisi yang sangat dekat, misalnya- kita dapat juga menyaksikan mereka baik dengan bantuan teropong/teleskop atau mata telanjang biasa.

Salah satunya adalah Asteroid 2012 DA14 yang kita bicarakan kali ini. Asteroid ini punya waktu revolusi yang hampir sama dengan revolusi bumi (mengelilingi matahari) yaitu 366,24 hari. Revolusi bumi sendiri adalah 365,24 hari. Bentuk orbit asteroid ini juga hampir sama bulatnya dengan bumi. Hanya saja, pusat lingkaran kedua orbit ini tidak saling berimpit. Suatu waktu, asteroid ini bisa berada dalam lingkaran orbit bumi, sedangkan pada waktu lain mengorbit di luarnya. Posisi terdekat asteroid dengan bumi terjadi pada Sabtu, 16 Februari 2013, pukul 02.25 WIB. Ketika itu asteroid terbang pada ketinggian 27.650 kilometer di atas pulau Sumatera (Indonesia) dengan kecepatan 28.100 km/jam. Wow!

Meski tidak menyaksikan secara langsung, tentu saja saya dan penduduk bumi lainnya dibuat deg-degan. Bayangan sesuatu yang mengerikan seperti dalam film-film fiksi ilmiah kontan menyeruak. Saya bergidik ngeri membayangkan, apa jadinya jika asteroid yang melintas di atas pulau Sumatera itu akan menabrak bumi? Bumm! Porak poranda.

Syukurlah, kekhawatiran itu menyusut sudah. Hanya saja, beberapa bagian asteroid 2012 DA14 itu tenyata sempat memasuki atmosfer bumi, lalu terbakar dan pecah berkeping-keping. Peristiwa naas itu terjadi di wilayah Rusia. Akibatnya, sekitar 1200 orang mengalami luka-luka. Kebanyakan korban dikarenakan terkena pecahan kaca bangunan akibat hantaman beberapa material asteroid yang terpecah-pecah. Memang kerusakan lainnya tidak parah, tetapi tetap saja meninggalkan kedukaan yang dalam.

Huft. Saya jadi teringat sebuah buku fiksi berjudul Bisikan dari Langit karya Galang Lufityanto. Buku ini merupakan kumpulan cerpen yang beberapa diantaranya berupa karya fiksi ilmiah. Cerpen berjudul Bisikan dari Langit sendiri berkisah tentang kiamat karena bumi dihantam asteroid. Setting waktunya sendiri terjadi di masa depan.

Kisah ini bermula dari mimpi Prof. Hanif -astronom asal Indonesia- bahwa bumi akan hancur pada 26 Oktober 2028 karena ditabrak asteroid. Namun teman-temannya, sesama astronom di Melbourne, Australia, mencercanya karena membuat sebuah hipotesis hanya berdasarkan mimpi, sesuatu yang sangat tidak ilmiah. Mulanya Prof. Hanif ragu dengan mimpinya. Tetapi akhirnya, ia percaya bahwa mimpinya kali ini bukan sekedar bunga tidur belaka, melainkan bisikan dari Tuhan yang mungkin dikatakan sebagai hidayah.

Dan, hari itu pun datang, 26 Oktober 2028. Para astronom yang tadinya mencerca Prof. Hanif kaget luar biasa melihat sebuah penampakan benda merah berpijar mendekati bumi. Mereka panik dan tidak bisa berbuat apa-apa. Prof. Hanif hanya bisa diam membisu sembari terus mengingat Yang Mahakuasa.

Huiihh. Seru kan? Ini baru satu cerpen. Masih ada beberapa cerpen lainnya, seperti Mugen-15 tentang penciptaan manusia setengah robot (techno sapien) oleh Dr. Ratna karena penyesalan masa lalunya; Rahasia Segitiga Bermuda yang dipercaya orang sebagai tempat paling misterius; De. Grandeur tentang seseorang yang memiliki kelainan jiwa dan mengaku sebagai utusan Tuhan; dan cerita-cerita lain yang sangat sayang untuk dilewatkan. Membaca kisah-kisah ini, selain mendapat tambahan wawasan pengetahuan, kita juga seolah mendapat suntikan keimanan yang luar biasa. Pesan moral yang disampaikan cukup kuat terasa di setiap cerita. Saya menyebutnya sebagai fiksi ilmiah bertabur hikmah. Sangat mencerahkan!

in the rama you, 100313

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s