Wow, Matematika Alam Semesta!

matematika alam semestaBeberapa pekan terakhir ini, saya hobi banget nulis status facebook dengan tema matematika. Status sederhana yang kadang nyleneh seputar dunia matematika. Seperti misalnya, (1) Habis Genap terbitlah Ganjil; (2) Karena tercacah-cacah, bilangan itu pun mulai lagi dari nol; (3) Asli, dia memang nomor satu; (4), Negatif, Nol, Positif. Sudah kuputuskan, pikiranku sudah bulat; dan (5) Ada yang Real, ada yang Imajiner. Hidup ini benar-benar bilangan Kompleks. Hehe. Seru kan? Saya hanya ingin mengenalkan jenis-jenis bilangan (matematika) dengan cara tak biasa. Mengekspresikannya dengan cara seperti menulis fiksi (super) mini, kegemaran saya akhir-akhir ini.

Tapi jangan dikira saya ahli matematika lho. Hoho. Tidak, saya biasa saja. Mungkin belum. Nilai-nilai matematika zaman SD sampai kuliah pun tidak terlalu istimewa, tapi cukup lumayan lah. Namun entah mengapa, tiba-tiba saya jatuh cinta dengan dunia yang satu ini. Meski lemah dalam hitungan aritmetika, saya paling suka jika mendapat soal kalkulus yang berkaitan dengan diferensial dan integral. Kadang sampai terbawa mimpi segala untuk bisa menyelesaikannya. Hehe. Pendek kata, saya suka dunia matematika dengan alasan yang entah apa.

Salah satu buku menarik yang membahas cabang ilmu yang satu ini adalah “Matematika Alam Semesta” karya Arifin Muftie. Sebuah buku keren yang tak sengaja saya temukan di acara pameran buku beberapa waktu yang lalu. Wah, dari judulnya saja sudah menarik. Lalu, saya pun membaca sampai tuntas. Hmm.

Ternyata buku ini membahas tentang kodetifikasi bilangan prima di dalam Al Qur’an. Tahu dong apa itu bilangan prima? Semasa sekolah dulu, kita mendapat penjelasan bahwa bilangan prima adalah bilangan yang tidak bisa dibagi dengan bilangan apapun kecuali dengan bilangan itu sendiri. Yang termasuk bilangan prima adalah 2,3,5,7,11,13,17,19… dan seterusnya. Sisa dari bilangan prima disebut bilangan komposit.

Para pakar matematika pasti setuju bahwa bilangan prima merupakan salah satu misteri alam semesta, karena sampai era komputer sekarang ini pun, bilangan prima banyak dimanfaatkan sebagai sistem kodetifikasi (pengkodea, penyandian) berbagai hal yang penting dan rahasia. Di alam semesta, banyak yang menduga bahwa bilangan prima menjadi bahasa universal yang dapat dipahami oleh makhluk dengan kecerdasan tinggi dan seringkali digunakan sebagai alat komunikasi antarmereka. Bahkan, ada pula ilmuwan yang menyakini adanya hubungan erat antara bilangan prima dengan desain kosmos. Wow banget, kan?

Berdasarkan kajian mutakhir atas Al Qur’an, ditemukan bahwa Sang Pencipta Al Qur’an dan Alam Semesta menjaga dan memelihara Kitab Mulia ini antara lain dengan sistem kodetifikasi berbasis bilangan prima. Dengan memanfaatkan temuan sains, buku ini mengajak kita untuk menangkap isyarat-isyarat Al Qur’an yang tersembunyi dalam kodetifikasi bilangan prima.

Sebagai contoh, shalat di”kode”kan dengan bilangan prima 5 (waktu) dan 17 (rakaat). Perjalanan malam Nabi, ditempatkan pada surat dengan nomor 17, surat Al Israa’. Bilangan 7 dikodekan untuk “lapisan langit (hyper-space) dan bumi”. “Tempat tertinggi” atau Al A’raaf ditempatkan pada surat nomor 7.

Pada mulanya, Tuhan Pencipta alam semesta, memperkenalkan dirinya dengan kata “Rabbika”. Barulah pada surat Al Ikhlas, wahyu ke-19, diperkenalkan kata “Allah”. Wahyu pertama adalah 5 ayat pertama surat Al ‘Alaq, terdiri dari 19 kata dan (19 x 4) huruf. Ditutup wahyu terakhir surat An Nashr terdiri dari 19 kata juga, dengan ayat pertama terdiri dari 19 huruf juga. Kalimat basmalah terdiri dari 19 huruf. Al Qur’an terdiri dari 30 Juz (merupakan bilangan komposit (kebalikan prima) yang ke-19), 114 surat (atau 6 x 19) dan 6236 ayat (6 + 2 + 3 + 6 = 17). Semuanya bilangan prima. Luar biasa!

Subhanallah. Kita pun semakin tersadar, bahwa Al Qur’an memang benar-benar sebuah mukjizat terbesar Nabi Muhammad Saw yang diturunkan Allah Swt untuk umat manusia. Terbukti, semenjak diturunkannya dari dulu sampai era modern dan serba komputer sekarang ini, Al Qur’an masih tetap relevan dalam semua aspek kehidupan (tak terkecuali ilmu pengetahuan) tanpa berubah sedikitpun. Bahkan dengan hitungan yang sangat teliti. Rasanya, mustahil Al Qur’an dibuat oleh manusia. Tidak ada yang kebetulan, semuanya memang telah direncanakan demikian. Sungguh Maha Benar Allah dengan segala Firman-Nya.

in the rama you (pondokhati), 110313

Iklan

3 comments on “Wow, Matematika Alam Semesta!

  1. sudah punya berapa buku?. kalau boleh, saya minta tulisan ini dikirim ke email saya, boleh?maaf, gak sempat ngedownload. makasih sebelumnya

  2. kalau dunia dapat di kalkulasikan maka kiamat pun hanyalah sesuatu yang dapat dihitung tetapi dunia bukan angka dan kiamat bukanlah kalkulasi yang baru, diperoleh. melainkan Ia datang dari arah yang sangat dekat.

  3. UNTUK MENDAPATKAN BUKU BUKU TSB ,BAGAIMAN ?

    >>>pH: buku ini memang sudah agak langka, Pak Abdul. Saya mendapatkan buku ini tidak sengaja ketika ada pameran buku dengan harga obral :). barangkali bisa dicari lagi ketika ada pameran buku di tempat bapak, atau saat event Indonesia Book Fair atau Islamic Book Fair di jakarta.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s