Kesuksesan VS Kebahagiaan

bahagiaTernyata, sukses dan bahagia, tidaklah sama. Setidaknya, itulah yang diungkapkan Arvan Pradiansyah dalam sebuah acara di televisi. Lebih lanjut, Arvan menjelaskan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara arti sebuah kesuksesan dan kebahagiaan. Penjelasan itu ia rangkum dalam lima perbedaan yang dijelaskan sebagai berikut:

  1. SUKSES itu sampai di tujuan, sedangkan BAHAGIA itu (menikmati proses) dalam perjalanan.
  2. SUKSES itu mendapatkan apa yang anda inginkan (getting what you want), sedangkan BAHAGIA itu menginginkan/memaknai apa yang sudah anda dapatkan (wanting what you get).
  3. SUKSES itu selalu melihat ke atas, sedangkan BAHAGIA itu selalu melihat ke bawah. Hal ini bertujuan agar bisa memaknai arti hidup itu sendiri.
  4. SUKSES itu nanti, sedangakan BAHAGIA itu sekarang.
  5. SUKSES itu di luar (terlihat oleh orang lain), sedangkan BAHAGIA itu di dalam (bersifat sangat pribadi/private).

Arvan juga menjelaskan bahwa bahagia tidaklah sama dengan zona kenyamanan (comfort zone). Comfort zone berarti kesenangan (pleasure) yang sifatnya sementara, sedangkan bahagia terjadi kapan saja, pada siapa saja, tanpa perlu menunggu sukses di usia 70 tahun misalnya. Sukses selalu membutuhkan pengorbanan, sedangkan bahagia tidak. Jika pun ada pengorbanan dalam sebuah kebahagiaan, itu dianggapanya sebagai sebuah kenikmatan. Sebagai contoh, seorang ibu yang dibangunkan bayinya tengah malam menangis karena lapar. Meskipun berkorban harus bangun di tengah keletihan, tetapi si ibu yang baik akan menikmati proses kebahagiaan dengan menyusui si bayi dengan penuh kasih sayang. Intinya, bahagia adalah menikmati proses, memaknai apa yang sudah kita dapatkan. Bahagia merupakan gabungan dari dua perasaan yaitu kesenangan/gembira (pleasure) dan kedamaian (peace). Kebahagiaan bersifat jangka panjang, sedangkan kesenangan (pleasure) hanya sementara (jangka pendek). Bahagia itu sebuah pikiran yang indah (beautiful mind), optimis, menikmati kehidupan.

Ketika ditanya, “Mana yang lebih didahulukan, sukses dulu baru bahagia, atau bahagia dulu baru sukses?” Arvan menjawab, “Bahagialah terlebih dahulu, karena hal itu akan membantu kita untuk lebih cepat memperoleh kesuksesan. Bukan sukses dulu, baru bahagia, karena tidak selamanya kesuksesan akan menciptakan kebahagiaan.”

Saya jadi teringat dengan buku yang pernah saya tulis, Do You Feel Happy? (LeutikaPrio, 2010). Dalam buku itu, saya menulis banyak hal mulai dari pengertian, renungan, kata-kata motivasi, survey kecil-kecilan tentang arti bahagia, sampai kisah-kisah sederhana yang bermuara pada kebahagiaan. Dan hari ini, saya mendapat pengetahuan baru dari Pak Arvan Pradiansyah, bahwa ternyata benar, sukses dan bahagia adalah dua hal yang berbeda. Banyak orang yang sukses, tetapi tidak bahagia. Tetapi tidak sedikit pula orang merasa bahagia, meskipun tidak merasa sukses (secara materi). Seperti kata teman saya, indikator kebahagiaan hanyalah dua yaitu “sabar dan syukur”. Dua hal yang mudah untuk diucapkan, tetapi terkadang sulit untuk dilakukan.

Di akhir tulisan ini, ada kata-kata motivasi yang bagus dari mbak Asma Nadia, “Jangan abadikan kesedihan. Cari kekuatan untuk melanjutkan hidup.” Saya kira, anda lebih tahu dan mengerti, bahwa “kekuatan” itu ada dalam hati dan pikiran kita masing-masing.

Einen schönen Tag Noch! (semoga hari ini menyenangkan!)

In the rama you (pondokhati), 160413

One comment on “Kesuksesan VS Kebahagiaan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s