Lelaki-lelaki Kuat di Perpustakaan (3)

sukariyatiMaka, terinsipirasi dari kedua tokoh tersebut, aku memberanikan diri untuk bermimpi. Mulanya hanya sekedar keisenganku pada hobi membaca. Sewaktu SMA dulu, aku pernah dijejali buku-buku agama oleh ayah. “Baca buku ini. Buat benteng agama biar punya keteguhan iman” katanya. Maka buku-buku yang pertama kubaca adalah “I’tiqad Ahlussunnah Wal jama’ah” (KH. Siradjuddin Abbas) dan terjemahan kitab “Kifayatul Akhyar” (Syaikh Ahmad Taqiyudin). Semasa kuliah, aku mulai beralih untuk membaca fiksi. Masih teringat, buku pertama yang kubaca adalah “Tiga Ribu Tanda Tangan” (Dian Yasmina Fajri). Itu juga atas rekomendasi seorang teman, bahwa ada buku serial lucu, dengan bahasa remaja tapi tetep islami. Dan benar saja, membaca buku itu sungguh membuatku terhibur lahir bathin, bisa tertawa ngikik tapi bisa belajar agama (islam) tanpa ada kesan digurui. Hebat!

Semenjak itu, aku mulai keranjingan mencari buku-buku serupa, fiksi islami. Jika ada uang saku lebih, maka kubelanjakan untuk membeli buku. Aku seperti keranjingan untuk membaca. Jika buku-buku bacaan yang kubeli sudah habis kubaca, rasanya ada yang kurang. Seperti ada separuh jiwaku yang pergi entah kemana (duiiih, kesannya…). Semakin lama buku-buku yang kubeli semakin banyak. Buku-buku yang kubeli pun tidak melulu fiksi. Ada juga buku-buku ber-genre lainnya. Tanpa sadar buku yang kubeli sudah mencapai ratusan. Mau diapakan nih?

Maka ketika aku telah kembali ke rumah, aku nekat ingin membuat taman bacaan gratis buat teman-teman santri yang ada di daerah pedesaan. Aku ingin menebarkan virus-virus membaca seperti yang kualami. Aku ingin mereka merasakan hal yang sama seperti yang kurasakan, sebuah perpaduan antara hiburan dan pengetahuan. Toh membagi ilmu pengetahuan tidak ada ruginya. Maka pada tahun 2005, aku mulai membuka diri meminjamkan buku-buku tersebut dibawah label “PONDOK HATI” Reading Park/Taman Bacaan. Meski tanpa ruangan khusus perpustakaan, aku nekat saja. Aku mulai membuat katalog buku, melabeli buku-buku dengan kode yang kubuat sendiri, menyusun buku di lemari ruang tamu (karena aku tidak punya rak khusus buku) seperti yang pernah dilakukan Pak Emang dan Pak Dauzan Farouk.

Awal-awalnya begitu banyak teman-teman yang meminjam buku dan menjadi anggota. Semuanya gratis! Tercatat semenjak berdiri, sudah lebih dari 1000 kali peminjaman buku. Namun karena kurangnya sarana dan prasarana dan tenaga penggerak (selama ini aku hanya bekerja sendiri), taman bacaan ini seperti ‘mati suri’. Nyaris tidak ada peminjaman buku kecuali beberapa saja di kalangan terbatas. Atau mungkin usahaku kurang maksimal, tidak seperti Pak Dauzan Farouk yang rela bersusah payah menjemput bola. Mungkin saja. Aku pernah menyajukan proposal ke instansi pemerintah daerah perihal taman bacaan ini. Namun tidak pernah ada respon.

Aku bermimpi punya taman bacaan gratis dengan koleksi buku yang lengkap, ditambah halaman rumah yang luas dan sejuk agar para pengunjung yang datang lebih nyaman untuk membaca. Hanya saja, sampai sekarang Tuhan sepertinya belum mengizinkan. Tapi aku tidak menyerah. Heboh dunia blogging membuatku punya mimpi baru, menyebarkan info taman bacaan ini lewat dunia maya. Maka tahun 2008, resmi pula blog yang kubuat khusus untuk taman bacaan ini yaitu http://www.pondokhati.wordpress.com. Isinya adalah katalog buku dan juga tulisan-tulisan isengku. Aku ingin menyebarkan virus membaca secara lebih luas. Dan aku sadar, mengubah dunia memang tidak semudah membalik telapak tangan. Aku bukanlah lelaki kuat seperti Pak Dauzan Farouk atau Pak Emang. Aku hanya berusaha (meski sedikit) untuk mendermakan diriku di jalan kebaikan melalui dunia baca membaca. Semoga semakin banyak orang-orang baik seperti Pak Emang dan Pak Dauzan Farouk. Semoga jalan ini diridloi-Nya..

-TAMAT-

SATU DASAWARSA Taman Bacaan & Inspirasi PONDOK HATI (16 April 2005 – 2015)

Doakan kami selalu ada untuk menebar inspirasi dan manfaat bagi dunia literasi di Indonesia… MENUJU INDRAMAYU BERADAB, INDONESIA BERMARTABAT!

*Tulisan ini pernah dimuat di buku antologi ONE DAY IN LIBRARY (Ida Mulyani dkk, 2012) dengan tulisan “Lelaki-lelaki Kuat di Perpustakaan” (Ibnu Atoirahman)

By pondokhati Posted in BUKU

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s