Dua Lelaki yang Membuat Tempat ini Hidup Kembali

kunjungan poti awal“Dan setiap kisah, sejatinya adalah pengetahuan yang diajarkan Tuhan untuk kita” (Ibnu Atoirahman)

Ah, mungkin aku lupa, kapan aku mulai mengenal mereka. Tapi, aku takkan lupa ketika ada dua lelaki yang datang ke tempat ini membawa segudang harapan dan sebongkah rasa penasaran. Lelaki-lelakibertubuh tegap, tinggi dan tampak berwibawa, muda dan bersemangat baja. Tempat ini pernah mati. Semenjak teman yang ikut membantuku mengenalkan sekaligus menjadi penghubung tempat ini dengan dunia luar telah menyelesaikan pendidikannya. Ia pindah entah kemana. Praktis tempat ini kembali sepi, hanya sesekali dikunjungi anak-anak santri,itupun tak seberapa karena mereka hanya datang untuk mengaji. Lebih dari itu tidak.

Ah,tidak. Tempat ini tidak mati (dan tak boleh mati). Hanya mati suri, sambil tak lelah berharap Dia Yang Maha Baik akan menghidupkanya lagi suatu saat nanti.Dan tiba-tiba aku seperti tersadar, kesibukan yang menggunung, kemalasan yang menyandang, tak perlu menjadi alasan untukku agar tempat ini hidup kembali. Perlahan, aku mulai membukadiri, menjemput bola, berbagi cerita pada dunia. Gairah menulisku kembali bergelora. Bismillah… aku akan memulainya dengan nama-Mu. Insya Allah, ada jalan.

Ah, gayung pun bersambut. Buletin jum’at yang kuedarkan ternyata memberi dampak yang tak pernah kukira.Simbosis mutualisme. Meski aku tak pernah untung secara materi, tapi aku puas bisa berbagi. Semoga itu menjadi jalan bagi terbukanya pintu rahmat dan keberkahan dalam kehidupanku selama ini. Bagiku, mereka datang di saat yang tepat. Dua lelaki itu mulai meminjam buku,saling berdiskusi ini itu. Kami berbagi pengalaman dan cerita-cerita seru di sekolah. Sungguh aku tak pernah mengira akan kembali muda seperti ini.Aku hidup kembali. Tak hanya itu, dari mulut ke mulut kabar itu menyebar dengan derasnya, seperti air yang mengalir padu. Seperti angin yang menghembus syahdu. Dari merekalah akhirnya datang pula teman-temanya yang lain. Satu, dua, tiga… dan seterusnya. Tak disangka, selalu ada kenalan baru. Tak lupa pula diskusi dan cerita-cerita seru. Dan aku bersyukur, Tuhan tak pernah salah mengirim mereka berdua ke tempat ini: PONDOK HATI. Sebuah tempat sederhana penuh inspirasi dan berbagi.

Pondok Hati (Indramayu), 11-12-2011

Tulisan lama yang akhirnya bisa diposting setelah diketik ulang oleh M. Najmudin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s