Aku Hanya ingin Bersyukur Hari ini

syukurTuhan, aku hanya ingin bersyukur hari ini. Engkau anugerahkan cinta-Mu melalui orang tuaku shaleh/shalehah, yang mendidikku dengan rasa sayang dan cinta dalam ketulusan. Maka izinkan aku menjadi anak yang berbakti kepada mereka karena-Mu.

Tuhan, aku hanya ingin bersyukur hari ini. Engkau kirimkan padaku bidadari bermata jeli, istriku yang shalihah, yang mengajariku banyak hal dan karenanya hari-hariku menjadi berwarna. Maka izinkan aku tumbuh menjadi suami yang shalih, imam yang adil dan pemimpin yang arif dan bijaksana bagi diriku dan keluargaku.

Tuhan, aku hanya ingin bersyukur hari ini. Engkau kirimkan cahaya mata untukku, seorang gadis kecil bermata cahaya. Anakku yang shalihah, yang membangkitkan kembali nyala dalam hidup ketika api semangat mulai redup. Maka izinkan aku tumbuh menjadi ayah sekaligus sahabat yang baik untuknya.

Tuhan, aku hanya ingin bersyukur hari ini. Engkau dekatkan aku pada kebaikan melalui indahnya persahabatan dan persaudaraan. Maka izinkan aku menjadi sahabat dan saudara yang baik untuk mereka, yang saling mengingatkan dalam kebaikan, yang selalu menguatkan di kala lemah, yang selalu menautkan tali silaturahmi tak terputus antara aku dan mereka.

Tuhan, Aku hanya ingin bersyukur hari ini. Atas milyaran cinta yang telah Engkau titipkan untukku melalui orang tua, istri, anak, saudara dan sahabat. Maka izinkan aku tetap tumbuh menjadi (lebih) baik bersama milyaran kebaikan-Mu.

Tuhan, aku hanya ingin bersyukur pada-Mu. Hari ini dan seterusnya…

Ibnu Atoirahman, 16 April 2016, ketika aku terlahir kembali sebagai manusia.

Perempuan yang Tumbuh di Kepalaku

menikahPerempuan yang tumbuh di kepalaku itu dirimu. Ibu dari anak-anakku. Yang namanya selalu kupintal dalam doa, kurajut dalam harap, kuhiasi bersama akhlaq mulia. Ada berjuta Tanya: lelahkah? Cukupkah? Bahagiakah? Tapi satu tujuan akhir kita, hidup berkah bersama ridlo-Nya.

Perempuan yang tumbuh di kepalaku itu dirimu. Wanita luar biasa dengan sejuta rasa. Aku tahu, lelah mungkin ada. Duka pun kadang terselip di antara tebaran suka. Tangis dan tawa menjadi satu rasa. Tapi semoga selalu ada syukur yang tak terukur, ada hati yang samudera dan pikiran yang diselimuti bahagia. Terlebih sekarang, ada binar-binar cahaya yang mulai tumbuh dalam kita.

Dan kini, kita telah sampai di angka dua. Marilah tetap bersemangat karena-Nya. Marilah merayakan cinta bersama-Nya. Karena hidup sejatinya adalah ibadah. Dari-Nya, untuk-Nya, dan suatu saat akan kembali pada-Nya.

27-10-2015. Suatu hari di mana aku bergetar mengingat semua peristiwa itu, bersamamu. My beloved, Anne Hikaru, Ismatul Maula.

Lelakimu yang sederhana,
Ibnu Atoirahman


Kehitamanku

islamAku pernah hitam. Dalam kelam, aku tertipu diriku yang semu. Baluran keinginan menggema, menarikku, lalu menyeret jiwaku yang rapuh menuju lubang keresahan tak berkepastian. Sesal pun datang di bayang belakang. Terus berulang. Memaksaku menjadi sehitam arang, sehitam kelam.

Lalu, terbit inginku untuk melawanmu, menaklukkan diri sendiri. “Aku harus bisa!” kataku dengan tekad baja. Lagi, bagai hukum III Newton, setiap aksiku sebesar reaksimu. Aku kalah!

Ribuan ampun kumohon pada-Nya atas segala dosa yang memasir, sebanyak itupula aku kembali lupa dan mengulang kesalahan yang sama. Menghitamkan diriku. Menodakan putihku.

Duhai Rabbi, hanya kepada-Mu kuserahkan diriku. Malu kusebut namaku kepada-Mu. Begitu banyak hitam dalam diriku, dan Engkau masih saja memberi rahmat-Mu tanpa henti. Betapa luas karunia-Mu untuk hamba yang hina ini.

Dalam diam, aku merenung. Tangisku pecah, “Berapa banyak nikmat Tuhan-Mu yang kau dustakan?”

“Berapa banyak nikmat Tuhan-Mu yang kau dustakan?”

“Berapa banyak nikmat Tuhan-Mu yang kau dustakan?”

T-u-h-a-n, ampuni aku…

in the rama you,
031106/291012/150213

Aku Punya Mimpi

rumahAku punya mimpi.  Memiliki rumah berlantai tiga: tengah, ruang bawah tanah dan tingkat atas. Di atapnya  ada hamparan terbuka, biar bisa kupandangi semesta bersamamu. Memandang langit malam dengan bintang dan bulan yang indah. Sambil berkisah tentang masa lalu dan impian-impian masa depan.

Aku punya mimpi. Memiliki rumah  dengan lapangan luas dan rumput yang menghijau. Tak lupa ada saung untuk berbagi inspirasi bersamamu. Menautkan hati kita, menebar inspirasi pada sesama. Di sini, di pondok hati. Ada kelas membaca, menulis, menggambar kaligrafi, seni rebana dan apapun yang kau suka. Membangun impian agar kampungku menjadi maju, cerdas dan religius.

Aku punya mimpi.  Berkeliling dunia berkendara kata-kata. Menjelajah setiap jengkal kearifan kota-kota dunia. Sekedar mampir untuk menuliskan kisah menakjubkan bersama, seperti yang diperintahkan Tuhan pada kita. Menjelajah dunia, untuk mengenal manusia. Singgah sejenak untuk berbagi  inspirasi, belajar sesuatu, mencipta keajaiban-keajaiban.

Aku punya mimpi. Melarutkan jiwaku pada-Mu. Dalam dzikir-dzikir malam yang syahdu, bersamamu. Merebahkan setiap lelahku pada sajadah rindu.

Aku punya mimpi. Memiliki sebuah investasi yang tak pernah merugi. Mewariskan pemikiran, menggoreskan kearifan, membenamkan bumi pada kerendahan hati. Untuk keberkahan dan kebaikan hidup bersama dalam damai bumi manusia.

Baca lebih lanjut

Engkau Tahu Lirihku

renungEngkau tahu, aku lemah tak berdaya. Maka izinkan dengan keagungan-Mu, aku tumbuh menjadi kuat dalam kebaikan.

Engkau tahu, aku penakut. Maka dengan kasih-Mu, izinkan aku menjadi berani menjalani hidup ini dengan pikiran yang samudera.

Engkau tahu, aku pemalas. Maka dengan kebaikan-Mu, perkenankanlah Engkau mau membakar kemalasanku menjadi abu dan menggantikannya dengan sikap rajin dan penuh semangat menggelora.

Engkau tahu, aku miskin. Maka dengan kemurahan-Mu, jadikan aku kaya dalam iman, hati, ilmu, amal dan harta yang menyelamatkan.

Engkau tahu, aku pendosa. Maka dengan rahmat-Mu, ampunilah dosa-dosa dan kesalahanku yang menggunung dan bimbing aku untuk selalu di jalan-Mu.

Engkau tahu, seringkali aku ragu dengan jalanku. Maka dengan nama-Mu, yakinkan aku bahwa aku bisa menjadi sekedar biasa, berikan aku kemampuan untuk menjalani takdirku sebagai manusia yang mengabdi pada kebaikan. Baca lebih lanjut

Mata Badaimu

Meski pikiranmu badai, tapi matamu harus tetap sepoi. Hatimu serupa samudera. Saat suhunya meningkat, hati terasa panas. Dan massa udaramu mengalir dari ranah dingin bertekanan tinggi menuju ranah hangat tekanan rendah. Dari kedinginan menuju kehangatan.

Namun jika perbedaan tekanan terlalu besar, apalagi jika gaya geser vertikalmu rendah, maka akan tercipta badai dalam pikiranmu. Mungkin akan memporakporandakan tubuhmu karena efek psikosomatis.

Tapi jangan biarkan matamu larut menjadi badai. Matamu harus tetap sepoi. Mata yang meneduhkan. Karena hukum alam memang demikian.

Rahmi Ilahi menepi pasti. Mengantar kita pada hati yang fitri. Dengan segala kerendahan hati, memohon maaf lahir bathin atas segala badai yang mungkin meluka.
–Al Faqir Ibnu Yusuf Atoirahman Al Andaromy

in the rama you, 20 Agustus 2012 / 2 Syawwal 1433 H.

Segenggam Doa Kami

doaYa Allah, berkat derajat keagungan-Mu, Nabi Muhammad kekasih-Mu, Para Rasul dan Nabi-Mu, Para Salafushaleh, Surat Al Fatihah, kami memohon perlindungan-Mu untuk diri kami, orang tua kami, istri/suami kami, anak-anak kami, saudara-saudara kami, dari segala godaan syetan dan kejahatan jin & manusia. Jadikanlah kami sehat wal afiat dari segala penyakit lahiriah maupun bathiniah, penyakit jiwa, penyakit hati dan penyakit pikiran. Jauhkanlah kami dari segala prasangka buruk, perasaan was-was, resah dan gelisah. Gantilah dengan ketentraman jiwa, keteangan bathin dan kebersihan hati. Jadikanlah kami keluarga yang sakinah mawaddah warahmah dengan mendapat rizqi-Mu yang halalan thoyyibah.

Ya Allah, bimbinglah kami ke jalan-Mu yang lurus, yaitu jalan yang Engkau beri nikmat, rahmat, magfirah, taufik dan hidayah, bukan jalan yang Engkau murkai dan tersesat. Jadikanlah kami makhluk yang senantiasa taat pada perintah-Mu, menjauhi larangan-Mu baik dalam keadaan susah maupun senang, keadaan lapang maupun sempit. Jadikanlah ketaatan kami kepada-Mu sebagai pengobat rasa rindu kami kepada-Mu. Ampunilah dosa-dosa kami.

Ya Allah, berikan kami rasa bahagia dalam keadaan apapun dan jadikan kami makhluk yang senantiasa bersyukur atas segala nikmat dan anugerah-Mu, jangan jadikan kami makhluk yang ingkar. Jadikanlah kami sabar dan ikhlas atas segala ketentuan-Mu. Jangan bebankan kami dengan sesuatu yang tak dapat kami pikul. Selesaikan semua permasalahan kami dengan penyelesaian yang terbaik. Baca lebih lanjut