Unta, Hewan yang Menakjubkan!

Unta adalah salah satu hewan yang disebutkan dalam Al Qur’an, diantaranya dalam surat Al Hajj : 36

“Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebahagian dari syi’ar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya, maka sebutlah olehmu nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan telah terikat). Kemudian apabila telah roboh (mati), maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami telah menundukkan unta-unta itu kepada kamu, mudah-mudahan kamu bersyukur.”

Selain itu, Allah juga bertanya pada manusia untuk memperhatikan hewan ini seperti dalam firman-NyasuratAl Ghaasyiyah : 17. “Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan, “

Lalu, apa sih istimewanya unta sampai-sampai Allah Swt memerintahkan manusia untuk memperhatikan penciptaan hewan yang memiliki punuk ini? Ternyata, penelitian ilmiah modern menemukan banyak keisitimewaan pada hewan unta loh. Seperti dikutip Aji Saputra dalam buku “100 orang ber-IQ super tinggi plus ragam fakta unik di sekitar kita untuk tambahan suplemen otak.”

Baca lebih lanjut

Iklan

Hadist Lalat

Apa yang akan kita lakukan ketika seekor lalat yang jatuh di sebuah gelas berisi air? Tentu saja kita akan membuangnya. Bagaimana dengan airnya? Tentu dibuang juga, karena air itu sumber penyakit yang dibawa si lalat kotor. Benarkah demikian?

Jangan buru-buru membuang lalat yang jatuh di sebuah air berisi gelas. Sesekali menjelajahlah ke  www.islamicmedicine.org. Anda akan menemukan sebuah fakta menarik dan mengejutkan. Betapa tidak, lima belas abad yang lalu, Rasulullah Saw pernah membahas masalah ini. Dalam sebuah hadist, Nabi Saw bersabda, “Apabila seekor lalat masuk ke dalam minuman salah seorang kalian, maka celupkanlah ia, kemudian angkat dan buanglah lalatnya sebab pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap lainnya ada obatnya (HR. Bukhari, Ibnu Majah, dan Ahmad)

Dalam riwayat lain: “Sungguh pada salah satu sayap lalat ada racun dan pada sayap lainnya obat, maka apabila ia mengenai makananmu maka perhatikanlah lalat itu ketika hinggap di makananmu, sebab ia mendahulukan racunnya dan mengakhirkan obatnya” (HR. Ahmad, Ibnu Majah).

Baca lebih lanjut

Matematika Pahala

Hampir semua muslim tahu bahwa, rukun islam yang kedua adalah shalat. Secara bahasa, shalat berarti “doa”. Tetapi pengertian ini diperluas secara istilah bahwa shalat merupakan sebuah ibadah ritual khas seorang muslim yang diawali dengan takbir dan diakhiri dengan salam, dimana di dalam ibadah tersebut dilantunkan doa-doa penuh pengharapan kepada Allah Swt. Tentu saja, dalam pelaksanaannya, ibadah shalat memiliki syarat dan rukun tertentu seperti yang tercantum dalam bahasan ilmu fiqih.

Baca lebih lanjut

Bagaimana Puasa Orang-orang di Kutub?

Pernah gak ngebayangin gimana sih puasa di Kutub (utara atau selatan)? Susah nyari makanan untuk sahur atau buka puasa? Haha… mungkin juga. Tapi bukan itu yang jadi bahasan kita kali ini. Kutub merupakan salah satu bagian dari bumi yang memiliki keunikan. Sudah menjadi sunatullah kalo matahari membagi sinarnya tidak merata ke seluruh penjuru bumi. Dalam bahasan meteorologi, bumi dibagi menjadi beberapa wilayah: tropis, subtropis dan kutub. Daerah tropis merupakan daerah yang paling banyak mendapat sinar matahari. Akibatnya, panjang hari (siang dan malam) nya hampir seragam sekitar 12-an jam. Daerah ini meliputi daerah ekuator (khatulistiwa) sampai lintang 23,5 °LU/LS. Diatasnya adalah daerah sub tropis. Sinar matahari tidak merata di daerah ini, tergantung “posisi semu matahari” saat itu. Jika matahari ada di belahan bumi utara, maka daerah-daerah tersebut memperoleh lebih banyak sinar matahari. Hal ini berarti panjang. siangnya lebih lama dibandingkan malam harinya. Otomatis, belahan bumi selatan mengalami hal yang kebalikan. Yang lebih aneh adalah wilayah kutub dimana matahari tampak terlihat selama 6 bulan dan “menghilang” selama itu pula. Hal ini menjelaskan bahwa di daerah kutub, selama 6 bulan mengalami fase siang hari, dan 6 bulan berikutnya adalah malam hari. Masya Allah! Bagaimana kaitannya dengan puasa?

Baca lebih lanjut

Ketika Suara Adzan Menggema

Ada yang tahu gak asal usul suara adzan? Mm… Baiklah akan saya ceritakan asal muasal kumandang adzan seperti yang saya kutip dari kitab Sunan Ibnu Majah I hal. 240 sebagai berikut:

lonceng“Adalah Rasulullah Saw sudah bercita-cita hendak membunyikan “bouq” (sejenis tanduk yang dapat berbunyi jika ditiup) dan telah pernah pula beliau menyuruh memakai “naqus” (sebangsa lonceng) untuk dipakai pemanggil orang shalat. Tiba-tiba seorang sahabat bernama Abdullah bin Zeid bermimpi. Abdullah bin Zeid mengabarkan mimpinya itu: “Saya melihat seorang laki-lakai memakai pakaian hijau sedang memikul lonceng, maka saya bertanya kepadanya: ‘bisakah engkau menjual naqus ini?’ Ia bertanya kepadaku: ‘Buat apa naqus ini bagimu?’, Saya menjawab: ‘Untuk memanggil orang shalat’. Laki-laki itu berkata: ‘Maukah engkau saya tunjukkan yang lebih baik dari itu untuk memanggil shalat?’. ‘Apa itu?’ Tanya saya. Jawabnya: Allahu Akbar – Allahu Akbar. Allahu Akbar- Allahu Akbar.  Asyhadu an laa ilaaha illallaah. Asyhadu an laa ilaaha illallaah. Asyhadu anna muhammadan rosuulullah. Asyhadu anna muhammadan rosuulullah.  Hayya ‘alash sholaah. Hayya ‘alash sholaah.  Hayya ‘alal falaah. Hayya ‘alal falaah. Allahu Akbar – Allahu Akbar. Laa ilaaha illallah.

Baca lebih lanjut

Sedia Payung Sebelum Hujan

Sejatinya, prakiraan cuaca biasanya dilakukan oleh instansi pemerintah yang ditunjuk memantau keadaan fisika atmosfer yang menjadi aspek kajian ilmu cuaca. Di Indonesia ada yang namanya Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang berada di bawah Departemen Perhubungan. Ada juga instansi lain, misalnya Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Selain itu ada beberapa instansi independen yang juga mengamati cuaca dalam lingkungan hidup semisal hujan, perairan, kelautan dll.  Instansi-instansi tersebut menerapkan standar pengamatan cuaca tingkat tinggi dengan alat-alat yang banyak. Tak jarang pula memantau melalui satelit cuaca.

Lalu bagaimana jika kita seorang warga sipil (seperti kita-kita ini) yang tidak terlalu paham tentang masalah ini, namun ingin mengetahui cuaca hari ini? Bisakah kita meramal cuaca meskipun tidak menggunakan alat apa-apa?

Baca lebih lanjut

Inikah “Gombal” Warming itu?

state of fearSangat kontroversial! Di saat semua orang gencar memberitakan kalo bumi kita telah mengalami apa yang disebut pemanasan global (global warming), Michael Chricton seorang penulis fiksi ilmiah (science fiction) berani menulis hal yang berbeda. Tak pelak lagi, tulisannya dalam novel State of Fear ini mengundang banyak reaksi. Ada yang setuju-setuju aja, namun tidak sedikit yang mengkritik Chricton yang dianggap salah dalam menginterpretasi data iklim. Yang menarik, dalam novel ini semua hal-hal yang menyangkut pemanasan global dibantah habis oleh Crichton dengan menggunakan fakta-fakta ilmiah yang dilakukan juga oleh peneliti dalam bidang cuaca/iklim.

Saya pernah membaca sebuah tulisan karya Pak Jalal (seorang pemerhati lingkungan) yang berjudul “Pemanasan Global: Omong Kosong Terbesar ataukah Masalah Lingkungan Paling Serius? Membaca Lebih Jauh “Perang” Crichton versus Flannery”. Tulisan ini mengupas tuntas tentang perdebatan pemikiran antara seorang Michael Crichton (penulis fiksi) dan Tim Flannery (peneliti) tentang masalah perubahan iklim. Hebat, baru kali ini ada penulis fiksi disandingkan dengan seorang peneliti. Disebutkan bahwa penyataan Dr. Hansen dalam kutipan novel State of Fear memang merupakan salah satu titik tolak paling penting yang menjadikan pemanasan global sebagai salah satu isu lingkungan terpanas. Salah satu kesalahan pembacaan itu berkaitan dengan grafik buatan Dr. Jim Hansen yang interpretasinya ia sampaikan di depan Kongres Amerika Serikat di tahun 1988. Michael Crichton menyatakan bahwa “Dr. Hansen overestimated global warming by 300 percent”. Pernyataan inilah yang digunakan Crichton untuk menentang pendapat bahwa telah terjadi pemanasan global. Ia seolah berkata kalo pemasan global yang diagungkan orang-orang hanyalah merupakan sebuah teori yang bisa benar, bisa juga salah.

Baca lebih lanjut

Dahsyatnya Shalat!

Pernahkah teman-teman berfikir bahwa seluruh makhluk di dunia ini diciptakan Allah dalam rangka untuk  beribadah kepada-Nya (Surat Adz Dzariaat : 56). Bukan hanya manusia, tetapi juga tumbuhan, hewan bahkan alam semesta ini, semuanya beribadah tunduk dan patuh, beribadah kepada Allah Swt. Hanya saja, (mungkin) kita tidak pernah tahu, model ibadah macam apa yang mereka kerjakan.

shalatBagi manusia, salah satu bentuk ibadah itu adalah menjalankan shalat. Shalat menjadi penting kedudukannya bagi manusia karena perintahnya langsung dari Allah kepada Nabi Muhammad Saw tanpa melalui perantaraan malaikat Jibril. Maka tidaklah mengherankan jika shalat menjadi rukun islam utama setelah syahadat. Bahkan Rasulullah Saw pernah bersabda bahwa shalat merupakan ibadah yang akan ditanyakan pertama kali ketika di akhirat kelak. Jika shalat kita tertib dan baik, maka amalan-amalan yang lain juga akan baik. Artinya lolos seleksi gitu. Tapi jiwa shalatnya amburadul, sehari shalat dua hari tidak, maka sudah dipastikan amal yang lain juga tidak akan menjadi sempurna. Lebih lanjut, Rasulullah juga mengingatkan kita bahwa shalat merupakan tiang agama. Hal inilah yang menjadi indikator kesungguhan seseorang memegang teguh agamanya atau tidak. Mendirikan shalat berarti mendirikan agama, artinya dia telah membangun bangunan (sendi-sendi) agama setelah tertanam pondasi agama melalui syahadat dan pengakuan keimanan. Sebaliknya, meninggalkan shalat berarti secara tidak sadar dia telah merobohkan bangunan (sendi-sendi) agama yang menopang segala sifat keji dan mungkar. Artinya, tidak ada lagi pelindung dalam dirinya ketika datang badai kemaksiatan yang meluluhlantahkan jiwanya. Dan hal ini seakan menjelaskan hadist sebelumnya, bahwa ada kaitan yang erat antara ibadah shalat dan amal ibadah lainnya. Demikianlah Rasulullah pernah bertutur kepada kita.

Baca lebih lanjut

Psikologi Gerak Newton

NewtonNewton, siapa yang gak kenal orang ini? Namanya sudah sering kita baca di buku-buku fisika zaman kita masih sekolah dulu. Bahkan Michael H. Hart pernah menempatkannya sebagai orang nomor 2 dari 100 orang paling berpengaruh setelah Nabi Muhammad Saw. Sir Isaac Newton adalah salah satu ahli fisika, matematika, juga agamawan (nasrani). Newton sebenarnya lebih dikenal mula-mula gara-gara konsep tentang gravitasi. Suatu konsep yang menjelaskan bahwa dua benda ternyata memiliki gaya tarik-menarik. Hanya gara-gara kejatuhan sebuah apel,  ia akhirnya bisa merumuskan Teori Gravitasi. Makanya, dalam Da Vinci Code karya Dan Brown, Langdon bisa membuka kunci rahasia berdasarkan kejadian yang pernah dialami Sir Isaac Newton dengan kata kunci APPLE. Hehehe…

Selain Hukum Gravitasi yang dikemukakan Newton, ada juga Hukum tentang Gerak. Temen-temen pasti udah hafal betul tentang hal ini bukan? Bahasan tentang gerak merupakan bahasan pertama dalam Mata pelajaran Fisika. Masih inget bukan? Nah, kali ini, saya akan bercerita tentang Hukum Newton tentang Gerak ini. Sebenarnya, dalam secara  di lapangan, hukum yang dikemukakan oleh Newton tidak sesuai dengan keadaan real. Karena kerangka acuannya adalah benda yang diam. Padahal dalam kenyataannya, bumi kan berputar. Hukum Newton dibantah abis-abisan setelah ditemukannya Teori Relativitas Einstein. Makanya, hukum-hukum Newton dinamakan Fisika Klasik dan postulat-postulat Einstin masuk dalam Fisika Modern. Namun demikian, kita tidak akan bisa mempelajari semua hal dalam fisika modern tanpa memahami terlebih dahulu fisika klasiknya. Memang benar, bumi bulat dan ber-rotasi (dan ver-revolusi) dan hal itu menyebabkan semua hukum fisika berubah. Namun hukum newton tentang gerak dapat dijadikan dasar pemahaman awal sebelum membahas fisika lebih lanjut.

Baca lebih lanjut

Matematika Sedekah

bakso1alat-tulis2pengemis2

Suatu hari Si Amir diberi uang oleh ibunya sebesar Rp. 10.000. Uang itu ia gunakan untuk membeli bakso dan es teh manis kesukaannya Rp. 6.000. Ia juga membeli buku dan alat tulis di toko buku sebesar Rp. 3.000. Di tengah perjalanan pulang, ada seorang peminta-minta. Karena merasa kasihan, ia pun memberinya Rp. 1.000. Pertanyaannya, tinggal berapakah uang si Amir? Habiiss?? Benarkah?

Ternyata uang Amir yang tersisa adalah Rp. 10.000. Loh kok bisa? Padahal uangnya sudah habis dibelanjakan untuk keperluan ini itu, tapi kok uangnya masih tetep Rp. 10.000 aja. Ternyata setelah pulang ke rumah, tiba-tiba pamannya dateng dari kota dan memberinya uang sebesar Rp. 10.000. Asiiik… ^_^ Hal ini bukan tidak mungkin akibat tindakannya untuk ikhlas memberi uang kepada pengemis tadi. Bukankah Allah Swt pernah berjanji akan melipatgandakan setiap kebaikan sebanyak sepuluh kali lipat? Subhanallah. Benar, dan inilah yang disebut sebagai ’matematika sedekah’ seperti yang pernah dijelaskan oleh Ust. Yusuf Mansur. Coba bandingkan dua persoalan matematika berikut ini:

Baca lebih lanjut