Lelaki-lelaki Kuat di Perpustakaan (1)

wahyu tanoto (magetan)“Siapakah orang terkuat di perpustakan?”

“Pak Emang”.

“Haaa? Siapa?”

“Pak Emang”, jawabku mantap.

Emang siapa sih Pak Emang sampe dijuluki lelaki terkuat segala? Apakah dia punya badan berotot mirip “Arnold Rwada-rwadaseger” dalam film Terminator? Hehe, tidak. Badannya biasa saja, standar-standar saja. Ataukah dia lelaki muda yang penampilan super keren? Bukan, dia lelaki paruh baya dengan gaya biasa saja. Lantas, mengapa dia dianggap sebagai lelaki terkuat? Karena dia duduk paling lama di perpustakaan.

Baca lebih lanjut

By pondokhati Posted in BUKU

Presiden Ramadhan

Ada yang berbeda saat pemilihan presiden wakil presiden (president and vice president election) tahun 2014. Pasalnya, pemilihan ini berlangsung tepat di bulan mulia, Ramadhan. Setelah proses yang cukup panjang, akhirnya tanggal 9 Juli 2014 menjadi hari bersejarah bagi masyarakat Indonesia untuk menentukan presidennya sendiri secara langsung. Nantinya, Presiden terpilih diberi kesempatan untuk memimpin negeri ini 5 tahun mendatang. Hanya ada dua pasang calon saja, menyusut jika dibandingkan pemilihan 5 tahun lalu, ada 5 pasang calon yang berebut suara untuk bisa menjadi RI 1 dan RI 2. Dua pasang calon presiden dan wakil presiden tersebut adalah pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Bagi saya, mereka adalah putra-putra terbaik bangsa ini yang akan mengabdikan dirinya untuk menjadi presiden dan wakil presiden Indonesia tahun 2014. Baca lebih lanjut

“Duhai, Engkau Pemimpin!”

pemimpinAbu Ja’far Ibnu Jarir at-Thabari, seorang ahli Tafsir Al Qur’an pernah ditanya, “Apa yang harus kita minta jika Allah hanya mengabulkan satu-satunya permintaan kita di dunia?”. Beliau menjawab, “Mintalah untuk diberi pemimpin yang adil, arif dan bijaksana!”. Ungkapan ini terdengar ringan, tetapi terasa tegas, jelas dan lugas. Memilih pemimpin bukanlah perkara mudah karena akan menentukan nasib kita sebagai rakyat yang dipimpinnya. Jika pemimpinnya baik, maka sebagai rakyat, kita juga akan menjadi baik. Namun jika pemimpinnya buruk, maka rakyat akan menerima akibat serupa.

Memiliki seorang pemimpin yang arif, adil dan bijaksana berarti mempersiapkan kebahagiaan bagi setiap orang. Ia akan berhati-hati dalam mengemban amanah yang dipikulnya. Ia akan membawa kemaslahatan (kebaikan) bagi negeri yang dipimpinnya. Akibatnya, ia rela mendahulukan kepentingan rakyat yang dipimpinnya, di atas kepentingan pribadi dan keluarganya.

Tiba-tiba keisengan saya kambuh. Saya tergelitik untuk bertanya, “Adakah pemimpin seperti itu di zaman kita sekarang ini?” Iseng-iseng saya coba membandingkan model kepemimpinan zaman dahulu di masa Khulafaur Rasyidin (Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali) yang berorientasi akhirat dengan pemimpin yang berorientasi dunia. Perbandingan ini tentu saja tidak mengandung nilai kebenaran mutlak (absolut), tetapi hanya bersifat nisbi (relative) belaka. Perbandingan ini tidak pula bermaksud untuk mendiskriditkan kelompok atau pihak tertentu. Ini hanya sebuah tulisan murni sebagai bentuk perenungan kita bersama.

Baca lebih lanjut

Ngaji Bareng Kang Said

ar-Risalah syafiiSuatu hari, saya diajak seorang teman untuk menghadiri pengajian. Kebetulan yang menjadi pembicaranya adalah Prof. Dr. Said Aqil Siradj. Beliau adalah Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Panggilan ‘Kang Said’ lebih terasa akrab di telinga, karena kebetulan beliau asli dari Cirebon, putra dari KH. Aqil Siradj Kempek.

Dalam ceramahnya, Kang Said menguraikan banyak hal. Menurutnya, kemajuan ilmu pengetahuan, seharusnya membawa kemajuan akhlak. Tetapi kenyataannya tidak selalu seperti itu. Ketinggian ilmu  kadang tidak berbanding lurus dengan ketinggian akhlak. Aktifitas seorang Muslim hendaknya jangan dihabiskan di luar rumah, tetapi harus ada aktifitas di dalam rumah. Salah satunya adalah dengan cara mendalami dan memperluas pemahaman ajaran-ajaran agama islam.

Menurut Kang Said, tugas ulama ada dua yaitu Liya-tafaqqohu fiddiin = mendalami ilmu agama Islam. wa-liyundiru qaumahum = dakwah dan mendidik masyarakat agar lebih baik (akhlak dan agamanya). Kedua tugas ini seringkali kita temui dalam pendidikan pesantren. Akhlaq, moral dan karakter diajarkan di pesantren bukan di sekolah umum.

Lalu, Kang Said pun bercerita tentang kisah unik penulisan sebuah kitab yang sekarang banyak dipakai dalam dunia pesantren. Abdurrahman al Mahdi, seorang gubernur Asia Tengah pernah berkirim surat kepada Imam Syafii (150 -204 H). Dalam surat tersebut, sang Gubernur menulis, “Syaikh, saya ingin paham agama Islam dengan benar! Bagaimana caranya?”

Baca lebih lanjut

Kesuksesan VS Kebahagiaan

bahagiaTernyata, sukses dan bahagia, tidaklah sama. Setidaknya, itulah yang diungkapkan Arvan Pradiansyah dalam sebuah acara di televisi. Lebih lanjut, Arvan menjelaskan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara arti sebuah kesuksesan dan kebahagiaan. Penjelasan itu ia rangkum dalam lima perbedaan yang dijelaskan sebagai berikut:

  1. SUKSES itu sampai di tujuan, sedangkan BAHAGIA itu (menikmati proses) dalam perjalanan.
  2. SUKSES itu mendapatkan apa yang anda inginkan (getting what you want), sedangkan BAHAGIA itu menginginkan/memaknai apa yang sudah anda dapatkan (wanting what you get).
  3. SUKSES itu selalu melihat ke atas, sedangkan BAHAGIA itu selalu melihat ke bawah. Hal ini bertujuan agar bisa memaknai arti hidup itu sendiri.
  4. SUKSES itu nanti, sedangakan BAHAGIA itu sekarang.
  5. SUKSES itu di luar (terlihat oleh orang lain), sedangkan BAHAGIA itu di dalam (bersifat sangat pribadi/private).

Baca lebih lanjut

Pulanglah ke Hatimu, Lorosa’e

 always be in your heartApa kabarmu, Lorosa’e? Apakah dirimu masih seperti dulu? Ataukah dirimu sudah kokoh berdiri setelah tiga belas tahun berpisah? Semenjak referendum tahun 1999, aku sungguh pedih mengingatnya, ketika perlahan kau mulai luruh melepas merah putihmu. Engkau lebih memilih hidup dengan keputusanmu sendiri. Pilihan sulit, memang. Konflik internal yang tak kunjung reda, merenggut bahagia, mencipta banyak tangis di Jembatan Air Mata. Sementara itu, sebagian lainnya yang masih menyimpan semangat nasionalisme di dada, lebih memilih berkorban meninggalkan tanah kelahiran menuju tanah harapan atas nama kesetiaan. Ya, jalan telah kau pilih. Biarkan sejarah menulis tentang kisah ini dalam warna yang beraneka rupa.

Apa kabarmu, Lorosa’e? Duduklah sejenak bersamaku. Kita nikmati secangkir kopi, semangkuk koto dan sepiring roti pa’un di Cafe Ermera. Akan kuceritakan sebuah kisah indah tentangmu. Juga tentang mereka yang namanya diam-diam membekas dalam hati dan ingatanku, perlahan. Marsela. Juanito. Randu. Juga tentang anjing mereka, Lon dan Royo.

Sebuah novel apik karya Shabrina Ws terbitan Qanita ini kiranya cocok menemani bincang-bincang kita hari ini. Baiklah. Kita mulai dari covernya. Cukup cantik dan menarik dengan warna kuning sebagai latar dan hiasan bunga di atasnya. Lalu, di bagian tengah dan bawah, kita akan melihat seekor burung dan sebuah sangkar yang kosong. Always be in Your Heart. Pulang ke hatimu.

Baca lebih lanjut

Wow, Matematika Alam Semesta!

matematika alam semestaBeberapa pekan terakhir ini, saya hobi banget nulis status facebook dengan tema matematika. Status sederhana yang kadang nyleneh seputar dunia matematika. Seperti misalnya, (1) Habis Genap terbitlah Ganjil; (2) Karena tercacah-cacah, bilangan itu pun mulai lagi dari nol; (3) Asli, dia memang nomor satu; (4), Negatif, Nol, Positif. Sudah kuputuskan, pikiranku sudah bulat; dan (5) Ada yang Real, ada yang Imajiner. Hidup ini benar-benar bilangan Kompleks. Hehe. Seru kan? Saya hanya ingin mengenalkan jenis-jenis bilangan (matematika) dengan cara tak biasa. Mengekspresikannya dengan cara seperti menulis fiksi (super) mini, kegemaran saya akhir-akhir ini.

Tapi jangan dikira saya ahli matematika lho. Hoho. Tidak, saya biasa saja. Mungkin belum. Nilai-nilai matematika zaman SD sampai kuliah pun tidak terlalu istimewa, tapi cukup lumayan lah. Namun entah mengapa, tiba-tiba saya jatuh cinta dengan dunia yang satu ini. Meski lemah dalam hitungan aritmetika, saya paling suka jika mendapat soal kalkulus yang berkaitan dengan diferensial dan integral. Kadang sampai terbawa mimpi segala untuk bisa menyelesaikannya. Hehe. Pendek kata, saya suka dunia matematika dengan alasan yang entah apa. Baca lebih lanjut

Membaca Bisikan dari Langit

bisikan dari langitHampir saja penduduk bumi gempar. Saya pertama kali mendengar berita ini dari internet, lalu berita ini pun menyebar di berbagai media, tak terkecuali di televisi. Sebuah asteroid yang diberi nama 2012 DA14 akan melintasi pada jarak terdekat dengan bumi pada tanggal 16 Februari 2013. Wow!

Baiklah. Berdasarkan infomasi yang saya dapat dari internet, ternyata peristiwa semacam ini memang sering terjadi. Apalagi yang berkecimpung dalam dunia astronomi, pasti sudah tidak aneh menyaksikan peristiwa semacam ini. Asteroid, meteor, planet dan benda-benda langit lainnya seringkali berseliweran di sekitar (bumi) kita. Jika beruntung, -karena posisi yang sangat dekat, misalnya- kita dapat juga menyaksikan mereka baik dengan bantuan teropong/teleskop atau mata telanjang biasa.

Salah satunya adalah Asteroid 2012 DA14 yang kita bicarakan kali ini. Asteroid ini punya waktu revolusi yang hampir sama dengan revolusi bumi (mengelilingi matahari) yaitu 366,24 hari. Revolusi bumi sendiri adalah 365,24 hari. Bentuk orbit asteroid ini juga hampir sama bulatnya dengan bumi. Hanya saja, pusat lingkaran kedua orbit ini tidak saling berimpit. Baca lebih lanjut

Kehitamanku

islamAku pernah hitam. Dalam kelam, aku tertipu diriku yang semu. Baluran keinginan menggema, menarikku, lalu menyeret jiwaku yang rapuh menuju lubang keresahan tak berkepastian. Sesal pun datang di bayang belakang. Terus berulang. Memaksaku menjadi sehitam arang, sehitam kelam.

Lalu, terbit inginku untuk melawanmu, menaklukkan diri sendiri. “Aku harus bisa!” kataku dengan tekad baja. Lagi, bagai hukum III Newton, setiap aksiku sebesar reaksimu. Aku kalah!

Ribuan ampun kumohon pada-Nya atas segala dosa yang memasir, sebanyak itupula aku kembali lupa dan mengulang kesalahan yang sama. Menghitamkan diriku. Menodakan putihku.

Duhai Rabbi, hanya kepada-Mu kuserahkan diriku. Malu kusebut namaku kepada-Mu. Begitu banyak hitam dalam diriku, dan Engkau masih saja memberi rahmat-Mu tanpa henti. Betapa luas karunia-Mu untuk hamba yang hina ini.

Dalam diam, aku merenung. Tangisku pecah, “Berapa banyak nikmat Tuhan-Mu yang kau dustakan?”

“Berapa banyak nikmat Tuhan-Mu yang kau dustakan?”

“Berapa banyak nikmat Tuhan-Mu yang kau dustakan?”

T-u-h-a-n, ampuni aku…

in the rama you,
031106/291012/150213

SMART for Success

successDalam sebuah acara di televisi, secara tak sengaja saya mendengar sebuah kata-kata menarik yang diungkapkan Deddy Corbuzier. Kata-kata itu ternyata menjadi kata-kata penutup acara talkshow Hitam Putih hari itu. Deddy mengatakan, kunci mencapai kesuksesan adalah SMART. Selain berarti cerdas/pintar, “smart” yang satu ini ternyata merupakan sebuah akronim. S.M.A.R.T berarti :

S = Specific. Artinya spesifik. Untuk sukses, kita harus spesifik, apa mau kita. ini menunjukkan arah dan tujuan yang ingin dicapai. Ungkapan, “Saya pengin jadi orang kaya!” itu mungkin terlalu umum. Cari yang lebih spesifik, misalnya “Saya ingin jadi penulis” (kalo ini sih salah satu contoh impian saya, hehe…) atau cari yang lebih spesifik dari itu.

M = Measurable artinya terukur. Mampu tidak kita untuk mencapainya. Apakah kita punya alat-alat untuk mencapai tujuan kita menjadi seorang penulis, misalnya hobi baca buku, suka menulis banyak hal sekalipun dalam buku harian, suka memperhatikan sekitar kita, atau apapun itu.

Baca lebih lanjut