Tentang Nama dan Sebuah Cerita

Dia mengenalkanku dengan seorang gadis SMA bermata sipit, Aisyah Putri. Gadis berjilbab yang lincah, aktif dan punya banyak teman. Aku juga berkenalan dengan keempat kakak lelakinya yang gokil. Vince, yang higienis (calon dokter), Harap, si plontos yang nyentrik, Hamka yang suka naik gunung, dan Iid yang jago karate tapi hobi masak. Hehe.. Dari Aisyah, aku mengenal islam dengan lebih mudah. Renyah tapi penuh makna. Khas remaja.

Di lain hari, dia mengenalkanku dengan Dinda. Seorang gadis yang fotonya mirip dirinya. Mengenal Dinda sungguh membuatku terenyuh. Bagaimana tidak, Dinda adalah potret muslimah tegar yang menghadapi kerasnya kehidupan di lingkungan penuh maksiat (daerah lokalisasi). Kemiskinan yang mendera, bapak yang pemabuk dan penjudi, adik-adik yang butuh belaian kasih sayang, kakak lelaki yang menghilang, dan ibu yang akhirnya meninggal karena sakit. Lengkap sudah penderitaan seorang Dinda. Namun, ia tak menyerah. Hingga akhirnya, Tuhan pun mengulurkan tangan untuk menolongnya. Baca lebih lanjut

Iklan

Dari Pena untuk Dunia

Saya memang bukan anggota FLP. Maksudnya, saya tidak pernah terdaftar secara resmi di salah satu cabang FLP. Tetapi saya tahu FLP dari dulu. Sekitar tahun 2000/2001. Gara-garanya adalah pernah baca majalah yang isinya sebagian besar adalah cerpen, Annida. Kerennya lagi, cerpen-cerpen itu bukan kisah cinta picisan, tetapi kisah-kisah menakjubkan full hikmah. Selalu ada yang membekas di hati ketika selesai membacanya. Ruhani saya yang nge-drop serasa di-charge kembali. Tiba-tiba saja, ghirah untuk mempelajari islam pun meningkat secara signifikan. Seperti ada semangat yang buncah ketika membaca epik-epik keren dan penuh perenungan karya Mbak Helvy Tiana Rosa (HTR). Saya juga suka dengan serial Nida-nya Mbak Dian Yasmina Fajri yang sangat-sangat remaja namun tetep islami.

Dari majalah inilah, saya dapat info tentang sebuah organisasi kepenulisan yang saat itu baru berkembang. Namanya Forum Lingkar Pena (FLP) yang konon digagas oleh Mbak Helvy, Mbak Muthmainnah dan Mbak Asma Nadia sebagai founding mothers. Hehe. Belakangan saya akhirnya tahu, Mbak Asma adalah adik kandung Mbak Helvy. Asli! 🙂

Baca lebih lanjut

Emak Ingin Naik Haji 2012

Apa kabarnya jemaah haji Indonesia? Mm.. sepertinya secara bertahap hampir sebagian besar jamaah haji kita telah diberangkatkan menuju Mekkah, baik itu berasal dari Madinah (gelombang I) maupun dari tanah air (gelombang II). Meskipun saya belum diberi kesempatan untuk berziarah ke tanah suci, setiap tahun saya selalu berhubungan dengan bapak-bapak dan ibu-ibu calon jemaah haji. Maklum saja, saya ikut bantu-bantu bagian kesekretariatan di Kelompok Bimbingan Jamaah Haji  (KBIH) AN NAHDIYYAH Wilayah Eks Kawedanan Karangampel Kab. Indramayu. Jadinya, setiap tahun selalu bertemu dengan para calon jamaah haji.

Menurut pengamatan saya, calon jamaah haji (khususnya di daerah saya) kondisinya cukup beragam. Dari segi pendidikan, mulai dari orang yang tidak lulus SD sampai dengan S1 bahkan S2. Dari segi usia, jelas dong beragam. Mulai dari usia remaja sampai dengan bapak/ibu yang berusia senja. Dari segi pekerjaan, ada yang berprofesi petani, pedagang, pegawai swasta, pegawai negeri, guru ngaji, pokoke macem-macem deh. Semua kumpul jadi satu dengan niat yang sama: Ingin diberi kesempatan untuk berziarah ke tanah suci menunaikan ibadah haji.

Baca lebih lanjut