Membaca adalah Perintah Agama

Seorang penumpang marah-marah, lalu turun dari angkot gara-gara angkutan yang ditumpanginya itu salah jurusan. Di lain kesempatan, ada juga orang yang tersesat di jalanan Jakarta gara-gara-gara gak bisa membaca nama-nama jalan. Itu hanya sebagian kecil akibat kita malas dan gak bisa membaca.

Memang menyedihkan melihat kenyataan kalo minat baca masyarakat Indonesia jauh tertinggal dibandingkan negara-negara tetangga. Berapa banyak dari kita meluangkan sedikit waktu dalam sehari untuk sekedar membaca? Membaca apa saja. Membaca koran, membaca buku, membaca catatan pelajaran, membaca bungkus cabe, membaca selebaran iklan, membaca buletin, atau apa saja. Juga membaca Al Qur’an kitab suci kita yang mulia. Namun semua seperti terlupakan dengan dalih kesibukan dan sejuta alasan.

Baca lebih lanjut

Iklan

Buku-buku Aneh dalam Sejarah

Buku pertama kali ditulis dengan tangan, baik oleh budak yang terampil atau oleh para ahli yang dibayar. Industri penerbitan berkembang di Mesir kuno, Roma atau Yunani. Tentu saja, buku-buku pada zaman itu masih berbentuk gulungan dari kertas papirus. Tulisan pada gulungan itu biasanya mengenai sastra kuno, agama, dan hukum dan dibeli oleh mereka yang tertarik. Prakteknya sama seperti kita membeli buku pada zaman sekarang. Buku yang kita kenal sekarang terdiri dari lembaran-lembaran yang digabungkan menjadi satu dan baru muncul pada abad kedua.

Baca lebih lanjut