Perempuan yang Tumbuh di Kepalaku

menikahPerempuan yang tumbuh di kepalaku itu dirimu. Ibu dari anak-anakku. Yang namanya selalu kupintal dalam doa, kurajut dalam harap, kuhiasi bersama akhlaq mulia. Ada berjuta Tanya: lelahkah? Cukupkah? Bahagiakah? Tapi satu tujuan akhir kita, hidup berkah bersama ridlo-Nya.

Perempuan yang tumbuh di kepalaku itu dirimu. Wanita luar biasa dengan sejuta rasa. Aku tahu, lelah mungkin ada. Duka pun kadang terselip di antara tebaran suka. Tangis dan tawa menjadi satu rasa. Tapi semoga selalu ada syukur yang tak terukur, ada hati yang samudera dan pikiran yang diselimuti bahagia. Terlebih sekarang, ada binar-binar cahaya yang mulai tumbuh dalam kita.

Dan kini, kita telah sampai di angka dua. Marilah tetap bersemangat karena-Nya. Marilah merayakan cinta bersama-Nya. Karena hidup sejatinya adalah ibadah. Dari-Nya, untuk-Nya, dan suatu saat akan kembali pada-Nya.

27-10-2015. Suatu hari di mana aku bergetar mengingat semua peristiwa itu, bersamamu. My beloved, Anne Hikaru, Ismatul Maula.

Lelakimu yang sederhana,
Ibnu Atoirahman