(2) Dari Hati Untuk Hati

“Berhentilah mencaci maki kegelapan

Lebih baik engkau nyalakan pelita

Untuk mereka yang mencari pengharapan

Tebarkan iman dengan cinta

Gubahlah dunia dengan prestasi

Jadikanlah hidupmu penuh arti

Dan bila sudah punya arti

Bolehlah bersiap untuk mati

Dan kalau kelak datang hari perjumpaan

Basahkan bibirmu dengan memuji Illahi Robbi

Laa Ilaaha Illallah”

——-Sajaknya Pak Dauzan Farouk

Seseorang yang aku kagumi karena dedikasinya yang begitu besar dalam mencerdaskan anak bangsa (terutama anak jalanan) dengan keringat keikhlasan melalui program perpustakaan keliling Mabulir (majalah buku bergilir). Meski renta, tak menyurutkannya untuk terus mengabdikan diri untuk anak negeri…

Dalam upaya ngurus pondok ini, aku mengucapkan terima kasih kepada:

  1. Allah Swt, atas segala anugerah-Nya
  2. Rasulullah Saw, qudwah (teladan) kita yang mulia
  3. Ayah, ibu, adek, saudara-saudara
  4. Sahabat-sahabat yang tersebar di pelosok negeri,
  5. Guru-guru serta semua pihak baik perorangan maupun kelompok yang ilmunya aku serap melalui tulisan-tulisanku dalam blog ini, semoga Allah selalu membalas kebaikan anda semua
  6. WordPress.com, penyedia layanan blog gratis
  7. Para donatur yang udah nyumbangin buku untuk Pondok Hati Reading Park / Taman Bacaan
  8. Ada beberapa gambar yang aku tidak tahu sumbernya. Maka melaui tulisan ini, aku memohon izin kepada pemilik blog / situs yang gambar-gambarnya aku gunakan dalam blog ini.
  9. Para pembaca dan semua pihak yang tidak dapat aku sebutkan satu persatu.

Selamat Membaca!

Einen Schonen Tag Noch! (semoga hari ini menyenangkan!)

meng-pila1

Ini adalah kumpulan tulisan yang mampir di pojok “Kata Hati”

Kemarin adalah masa lalu. Masa lalu yang mengukir sejarah. Besok adalah masa depan. Masa depan yang penuh pengharapan. Dan hari ini adalah kenyataan. Sebuah kenyataan yang harus kita hadapi, meski masih mengandung begitu banyak misteri”

“Keluarlah dari dirimu dan serahkan sepenuhnya kepada Allah” (Syekh Abdul Qadir Jailani)

“Jika anda sedang benar, jangan terlalu berani dan bila anda sedang takut, jangan terlalu takut. Karena keseimbangan sikap adalah penentu ketepatan perjalanan kesuksesan anda” (Mario Teguh)


“Kebanyakan dari kita tidak mensyukuri apa yang sudah kita miliki, tetapi selalu menyesali apa yang belum kita capai” (Schopenhauer)

“Rayulah aku, dan aku mungkin tak mempercayaimu. Kritiklah aku, dan aku mungkin tak menyukaimu. Acuhkan aku, dan mungkin aku tak memaafkanmu. Semangatilah aku, dan aku mungkin tak kan melupakanmu” (William Arthur)


”Hiduplah seperti pohon kayu yang lebat buahnya; hidup di tepi jalan dan dilempari dengan batu, tetapi dibalas dengan buah”(Abu Bakar Sibli)


Saat salah satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain terbuka. Hanya seringkali kita terpaku begitu lama pada pintu yang tertutup sehingga tidak melihat yang telah terbuka untuk kita” (Hellen Keller)

“Hiduplah untuk memberi sebanyak-banyaknya, bukannya menerima sebanyak-banyaknya (Pak Harfan dalam adegan film Laskar Pelangi)

Air berkata kepada yang kotor, “Kemarilah.” Maka yang kotor akan berkata, “aku sungguh malu.” Air berkata, “Bagaimana malumu akan dapat dibersihkan tanpa aku?” (Jalaluddin Rumi)

”Cobalah tinggalkan sejenak kesibukan & hiruk pikuk kegiatan, dan mengarahlah kepada-Nya, niscaya anda akan menemukan-Nya, lalu yakinlah bahwa Dia akan memberi petunjuk kepada apa yang anda harapkan” (M. Quraish Shihab)